Bom Surabaya Bentuk Respons Kerusuhan Mako Brimob

Deny Irwanto    •    Selasa, 15 May 2018 21:58 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Bom Surabaya Bentuk Respons Kerusuhan Mako Brimob
Polisi bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur. (ANT/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta: Tiga bom yang meledak di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur dinilai sebagai bentuk balasan teroris dari kerusuhan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Dua insiden tersebut hanya berselang empat hari.

Mantan Kombatan Jamaah Islamiyah (JI), Ali Fauzi Manzi mengatakan, serangan beruntun di Surabaya menjadi panggung eksistensi keberadaan kaum ekstremis.

"Dan kemudian saya pikir kenapa Surabaya, karena ini bagian dari efek kerusuhan di Mako sehingga plan jarak dekat, bukan plan jauh. Sehingga, ya sudah mereka melakukan aksi. Semua ada keterkaitan," kata Ali kepada Medcom.id melalui sambungan telepon, Selasa, 15 Mei 2018.

Baca: NU Tetap Menanggulangi Teroris meski tanpa Anggaran

Ali menjelaskan, alasan lain pelaku menjadikan Surabaya sebagai target adalah karena wilayah yang sudah dipetakan. Surabaya juga dinilai merupakan kota besar yang bisa mendapat perhatian dalam tingkat nasional.

"Pengamatan saya juga mengingat biaya lebih mudah dan observasi area tidak butuh lama, karena pelaku semuanya berasal dari Surabaya. Kalau nanti dipindah ke Jakarta tentu harus ada observasi lapangan, harus sewa tempat dan macam-macam," jelas Ali.

Rangkaian ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, terjadi pada Minggu dan Senin (13-14 Mei 2018). Pada Minggu pagi, tiga ledakan dalam waktu hampir bersamaan mengguncang tiga tempat ibadah: Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca: Kalla Prihatin Teror Bom Surabaya Libatkan Anak-anak

Hingga saat ini tercatat 13 orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, yakni RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.

Ledakan kembali terjadi di Sidoarjo, Minggu malam. Ledakan terjadi di rumah susun milik keluarga Anton Febrianto. Tiga anak Anton selamat. Sedangkan Anton, istri, dan anak perempuannya meninggal.

Anton diduga dalang ledakan karena tim Gegana sempat melihat Anton masih memegang pemicu ledakan ketika petugas berada di lokasi. Petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan.

Senin pagi, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Empat pelaku bom meninggal di tempat, adapun seorang anak selamat dengan keadaan terluka.





(DMR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA