Pesilat Mayjen Eddie Terima Penghargaan dari UI

Fachri Audhia Hafiez    •    Kamis, 03 May 2018 13:21 WIB
seniman
Pesilat Mayjen Eddie Terima Penghargaan dari UI
Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya menerima penghargaan Anugerah Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) 2018. Foto: Medcom.id/Fachri.

Depok: Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya menerima penghargaan Anugerah Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) 2018. Legenda pencak silat Indonesia dan dunia itu menerima penghargaan kategori pembina seni.
 
Kiprah Eddie di dunia pencak silat tanah air diawali saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemampuan bela dirinya itu, dia manfaatkan saat masa penjajahan Belanda tahun 1947.
 
"Saya mulai tertarik pada pencak silat, ketika ada aksi militer Belanda pertama, Juli 1947 yang menyerang daerah republik. Saya bergerilya bersama keluarga besar pencak silat yang bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," kata Eddie di Auditorium FIB UI, Depok, Jawa Barat, Kamis, 3 Mei 2018.
 
Cintanya pada dunia bela diri Indonesia ini makin besar. Hinga pada 1978, Eddie dipercaya menjadi ketua pengurus daerah Ikatan Pencak Seluruh Indonesia (IPSI) DKI Jakarta.
 
"Saat itu orang malu jika berseragam silat, kalau datang ke tempat latihan berpakaian biasa, baru berseragam silat ketika latihan. Karena orang mengatakan silat itu olahraga kampungan," ujar Eddie.

Baca: Tiga Seniman Nasional Diganjar Anugerah Budaya FIB UI

Prestasi Eddie makin moncer, beragam penghargaan diraihnya. Pada 1997 Eddie diangkat sebagai pendekar besar kehormatan perguruan silat Tapak Suci.
 
Eddie juga sempat menerima anugerah selendang kehormatan tertinggi dari pertumbuhan seni silat lincah Malaysia tahun 2005. Lalu pada 2008, dia ditetapkan sebagai Bapak Pencak Silat Eropa di Swiss, bersamaan dengan ajang kejuaraan pencak silat Eropa.
 
Atas jasa besarnya, pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Eddie diberi gelar Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Pratama dari pemerintah RI.
 
Pada Mei 2011, Eddie mendapat gelar Doktor of Philosophy dalam bidang Martial Art dari Asia Pasific Open University, Malaysia. Sampai saat ini, Eddie dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Badan Musyawarah Masyarakat (BAMUS) Betawi.




(FZN)