Noken Pustaka, Pegiat Literasi dari Timur Negeri

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 19 Jun 2017 06:55 WIB
bukuuntukindonesia
Noken Pustaka, Pegiat Literasi dari Timur Negeri
(Foto:Facebook Noken Pustaka)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mendengar kata noken, identik dengan kehidupan di Papua. Ya, masyarakat Papua kerap memanfaatkan tas berbahan kulit kayu ini untuk membawa banyak benda. Di Manokwari, ada seorang guru yang memanfaatnya untuk membuat Noken Pustaka.

Noken Pustaka merupakan prakarsa dari seorang guru bernama Misbah Surbakti. Upayanya menyewakan buku gratis kepada anak-anak di sana, tak lepas dari hati nurani yang mulia agar menjadikan anak Indonesia, Papua pada khususnya cerdas dan berpengetahuan luas.

Ini berangkat dari rasa prihatin ketika murid-muridnya tak bisa mengerjakan soal ujia. Penyebabya adalah kurang buku bacaan, lalu membuat hatinya terketuk.

"Sebagai guru, saya punya beban moril. Sudah dilaporkan tapi tidak ada respons, kami ajukan perbaikan sudah 10 tahun. Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik ambil jalan tengah. Bersama relawan,kami kumpulkan buku. Kita mulai gerakan ini. Saya aplikasikan pada kegiatan Pramuka. Saya bikin program Ayo Membaca," kata Misbah, menjelaskan.

Namun sayang, gerakan itu tak semulus apa yang ada dalam angannya. Akhirnya dia pun kembali memutar otak, bagaimana agar para siswanya bisa terampil membaca. Kemudian barulah dia mencetuskan untuk menyediakan buku, sumbernya dari lingkungan civitas akademik sekolah tempatnya bekerja.

"Buku dari kita-kita saja. Nah anak-anak yang mampu membuat ringkasan-ringkasan dari buku yang mereka baca kita jadikan relawan. Jadi mereka kami minta untuk berbagi mengajari membaca temannya. Jadi mulanya hanya untuk di sekolah, tapi saya tidak menyangka bisa seperti sekarang," kenang pria asal Brastagi, Sumatera Utara ini, dalam program Mata Najwa Metro TV.

Noken Pustaka kini telah berkembang dan punya sekitar 40 lebih relawan, yang tiap periode tertentu berkorban keliling desa dan 'naik turun gunung' untuk menyewakan buku bacaan bagi anak-anak. Ada pula beberapa armada lain, seperti perahu pustaka, motor pustaka dan ojek pustaka.

"Saya tidak kepikiran akan menjadi banyak. Alhamdulillah, ada niat baik dan bertemu orang baik. Kita punya sedikit pengorbanan, ternyata ada orang yang punya lebih ingin membantu. Alhamdulillah, ketemu Nirwan Arasuka, yang membukakan jaringan. Lalu, kita bikin Facebook," ucapnya, mengenang.

Salah satunya relawan Noken Pustaka adalah Agus Mandowen, yang telah bergabung dengan Noken Pustaka sejak Desember 2014. Dia semula berprofesi sebagai petugas keamanan di sekolah tempat Misbah mengabdi mengajar.


(Foto:Facebook Noken Pustaka)

Melihat betapa antusiasnya anak-anak meminjam buku, nurani Agus terbuka. Agus merasa terisnpirasi dari gerakan yang diprakarsai Misbah ini. "Saya lihat adik-adik bawa buku ke rumah untuk dipinjamkan kepada kawan-kawan di kompek rumah mereka. Sedangkan saya badan besar dan kuat, kenapa tidak (melakukan hal yang sama)?" ujar pria yang juga atlet angkat berat ini.

Dirinya pun tak merasa keberatan menggendong noken berisikan 30 buku, setiap kali berjalan kaki, seminggu dua kali, menempuh jarak 1 kilometer. Ditambah lagi, awal dia membawa Noken Pustaka, tak sedikit yang mencibirnya.

Banyak yang memandang upaya Agus ini sia-sia, karena pekerjaan ini tidak menghasilkan keuntungan. Namun demikian tak menjadi halangan bagi Agus. D balik ini semua, dia punya misi mulia, yakni melihat anak-anak Papua bisa mendapatkan buku bacaan.

"Di kampung saya dibilang, 'Kau gila kah? Karena ini pekerjaan tidak menghasilkan.' Saya cuma jawab dalam hati, saya rasa puas ketika lihat adik-adik saya, kulit hitam, rambut keriting, bisa pegang buku. Walaupun tidak bisa membaca, hanya bisa lihat gambar terus tersenyum. Itu sudah membuat saya rasa senang, itu lebih dari uang," tutur Agus.

Upaya Noken Pustaka membuka akses mendapatkan buku bagi anak-anak di pedalaman Papua, sangat menginspirasi. Tidakkah hati Anda tergerak untuk berbuat kebaikan serupa? Anda juga bisa memberikan sumbangsih memfasilitasi buku bacaan yang berkualitas bagi anak-anak di pelosok negeri.  Caranya, dengan bergabung di gerakan #BukuUntukIndonesia.

Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat peduli akan ketersediaan buku di daerah, dengan berdonasi Rp100ribu. Uang tersebut akan dikonversi menjadi buku untuk disalurkan kepada anak-anak di sejumlah daerah di Indonesia.

Bila Anda juga tertarik untuk berdonasi dan turut menumbuhkan minat membaca buku di Tanah Air, silakan klik www.bukuuntukindonesia.com. Yuk, mulai langkah kebaikan Anda, hari ini!


(ROS)