Bencana Palu dan Donggala

5 Ribu Jenazah Diduga Masih Tertimbun

Putri Anisa Yuliani    •    Selasa, 09 Oct 2018 16:09 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
5 Ribu Jenazah Diduga Masih Tertimbun
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Deny Irwanto.

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menduga ada 5 ribu jenazah masih tertimbun di Perumahan Balaroa dan Kelurahan Petobo yang berada di area Kota Palu, Sulawesi Tengah. Mereka tertimbun tanah akibat gempa bumi dan likuefaksi.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan angka tersebut merupakan angka perkiraan yang dikemukakan pemerintah daerah setempat.
 
"Ini masih dugaan sementara karena memang sulit untuk memastikan berapa yang hilang atau masih tertimbun. Apalagi banyak warga yang berhasil selamat lalu menyebar dan mengungsi yang kita tidak tahu pasti juga berapa jumlahnya," kata Sutopo, Selasa, 9 Oktober 2018.
 
Menurut pencitraan satelit yang dilakukan BNPB, area yang terdampak gempa serta likuefaksi di Perumahan Balaroa seluas 47,8 hektare. Sekitar 1.471 unit rumah yang terdapat di perumahan tersebut rusak parah.
 
Sementara itu di Kelurahan Petobo diperkirakan area yang terdampak seluas 180 hektare dengan jumlah rumah rusak sebanyak 2.050 unit.

Baca: Likuifaksi dan Kisah Nalodo si Tanah Pengisap

Kondisi yang sama juga dialami oleh Kelurahan Jono Oge di Kabupaten Sigi. Lahan permukiman seluas 202 hektare rusak parah akibat terendam lumpur oleh proses likuefaksi. Diperkirakan ada 366 unit rumah tertimbun dan 168 rumah rusak parah akibat gempa. Diduga ada 120 penduduk yang masih tertimbun.
 
Aktivitas evakuasi di tiga area serta beberapa area lainnya seperti Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Dolo Barat, Dolo Selatan, Pipikoro, Biromaru, dan Lindu akan dimaksimalkan jelang akhir masa tanggap darurat tahap pertama pada 11 Oktober mendatang.
 
"Pada akhir masa tanggap darurat, evakuasi akan dihentikan. Untuk itu kami maksimalkan proses evakuasi dengan mengalihkan tenaga SAR dan relawan ke daerah yang masih membutuhkan," ujarnya.


(FZN)