Rektor IPB Kenalkan Agro Maritim 4.0 di Australia

IPB Jajaki Kerja Sama Program Master dengan Monash

Citra Larasati    •    Senin, 11 Feb 2019 10:27 WIB
Pendidikan Tinggi
IPB Jajaki Kerja Sama Program Master dengan Monash
Rektor IPB University, Arif Satria (kiri) sedang diskusi dengan Federal Minister for Education, Govt of Australia Hon. Daniel Thomas Tehan di Melbourne terkait Penguatan Kerja sama Pendidikan dan Riset IPB dengan Monash University, Deakin University dan U

Jakarta: Institut Pertanian Bogor (IPB) University jajaki kerja sama program master multidisipin baru bidang ilmu pangan dan agribisnis dengan Monash University.  Menyusul rencana Monash yang tengah mempersiapkan program master multidisiplin di kedua bidang tersebut.

Program ini akan melibatkan fasilitas Food Innovation Center milik Monash University, yang secara langsung mendekatkan antara dunia bisnis dan kampus melalui riset dengan dilengkapi berbagai fasilitas modern. "IPB akan menjajaki untuk bisa bekerjasama dalam program degree tersebut," kata Rektor IPB University, Arif Satria, di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Penjajakan tersebut dilakukan Arif di sela-sela rangkaian kunjungannya ke mitra-mitra strategis IPB di Australia kemarin.  Tidak hanya Monash University, Arif beserta rombongan IPB juga mengunjung University of Adelaide di Australia.

Dalam kesempatan itu, Arif Satria berkesempatan untuk mempresentasikan Agenda Agro Maritim 4.0 di forum Boardmeeting AIC (Australia Indonesia Center), Clayton Campus, Monash University. Forum ini melibatkan ilmuwan, Indonesianist dari  Monash University, praktisi bisnis dan media yang hadir dalam pertemuan tersebut. 

Baca: IPB Perkuat Double Degree S2 dan S3 dengan Adelaide

Dalam paparannya Arif menekankan, pentingnya IPB untuk mempersiapkan mahasiswanya agar menjadi lulusan yang adaptif dan sesuai dengan perubahan zaman.  Terutama terkait penguasaan keterampilan masa depan (future skill). 

"Sehingga lulusan IPB siap untuk dapat mengikuti proses re-skilling maupun up-skilling selama menjalani karir baik sebagai technopreneur maupun sociopreneur atau profesi lainnya yang mumpuni," jelas Arif.

Rektor IPB menegaskan, perlunya adaptasi cepat dalam menyikapi dinamika perubahan yang ada, teknologi dalam hal ini memegang peran penting selain Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kunci keberhasilan.

Selama kunjungan di Monash University, Arif juga bertemu dengan Vice President Prof. Abid Khan dan Direktur AIC Dr. Eugene Sebastian untuk membahas kelanjutan kerja sama riset konsorsium AIC fase kedua yang memasuki fase research with impact (2019-2022).

Di mana tujuh PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) dan empat universitas di Australia akan terlibat dengan mengambil lokasi riset sebagai learning site di luar Jawa. Riset interdisiplin ini akan menjawab berbagai bidang permasalahan terkini terkait pangan, air, infrastruktur, transportasi, logistik dan kesehatan di wilayah Indonesia bagian timur. 

"Konsep kerja sama antara Perguruan Tinggi, Pemerintah dan juga swasta serta masyarakat menjadi hal yang juga didiskusikan untuk ditindaklanjuti antara IPB dan Monash," kata Arif.

Baca: IPB Rebranding Jadi IPB University

Selanjutnya, perluasan kerja sama juga dibahas antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai tindak lanjut kunjungan Dekan FEM IPB pada Oktober 2018, khususnya untuk persiapan program double degree (gelar ganda) manajemen dan Global Business (Faculty of Economics and Business) untuk program S1 dan S2. 

"Mobilitas mahasiswa antara dua institusi menjadi agenda yang juga segera akan ditindaklanjuti," imbuh Arif.

Pada kesempatan ini, Rektor IPB didampingi Dr Nunung Nuryaryono, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen-IPB dan Prof.Dr Iskandar Z Siregar selaku Direktur Kerja sama Internasional.


(CEU)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA