Delapan Provinsi Belum Laporkan Penetapan UMP 2019

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 02 Nov 2018 19:18 WIB
berita kemenaker
Delapan Provinsi Belum Laporkan Penetapan UMP 2019
Menko PMK Puan Maharani dan Menaker M Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menerima laporan penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2019 dari 26 provinsi. Delapan provinsi lainnya belum melaporkan, meski sudah mengumumkan besaran UMP.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan 26 provinsi yang telah menyampaikan laporan tentang besaran UMP tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Mengenai delapan provinsi yang belum melaporkan, dia menduga bisa saja sudah diumumkan namun laporan menyusul karena keputusannya belum ditandatangani gubernur.

"Sebanyak 26 Provinsi sudah mengumumkan dan menyampaikan laporannya kepada Kemenaker,” kata Hanif, usai mengikuti rakor tingkat menteri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Hanif menjelaskan kenaikan UMP 2019 memperhitungkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,03 persen. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Kenaikan UMP berdasarkan PP 78 merupakan wujud upaya maksimal pemerintah dalam memberikan rasa win-win di antara semua pihak, yaitu pekerja, pengusaha, dan calon pekerja," katanya.

Angka kenaikan UMP yang predictable, kata Hanif, akan membuat pengusaha dan dunia usaha mudah menyusun rencana keuangan perusahaan. Sebab jika kenaikan upah tiba-tiba naik drastis tanpa terkontrol dengan baik, maka akan berdampak pada pemutusan hubungan karyawan (PHK).  

Kenaikan UMP 201 juga menjadi win-win solution bagi dunia pekerja. Artinya, pekerja akan mengalami kenaikan signifikan karena berdasarkan angka pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi sebagai instrumen untuk menghitung kenaikan upah.

“Pekerja tidak usah capek dan repot-repot, tidak usah ribut, dan demo panas-panasan. Upahnya dijamin naik dan naiknya juga signifikan," ujar Hanif.


(ROS)