Wapres JK Buka Indo Defence 2018

Dheri Agriesta    •    Rabu, 07 Nov 2018 11:21 WIB
pameran pertahananpertahananpertahanan keamanan
Wapres JK Buka Indo Defence 2018
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka pameran pertahanan Indo Defence 2018 Expo and Forum - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka pameran pertahanan Indo Defence 2018 Expo and Forum. Penyelenggaraan pameran ini diharapkan dapat memberi pengetahuan perkembangan teknologi dan industri pertahanan dunia.

"Acara pameran ini memberikan kita pilihan-pilihan dan pengetahuan yang baru bagaimana suatu negara memanfaatkan teknologi dalam pertahanan mereka," kata JK dalam sambutan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Puluhan negara dan industri pertahanan internasional ambil bagian dalam pameran ini. JK yakin pameran ini dapat memberikan nilai tambah buat perkembangan industri pertahanan lokal.

Sebab, pemerintah dan industri pertahanan lokal bisa menjadikan pameran ini sebagai ajang evaluasi diri untuk membandingkan kualitas alutsista. 

"Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih terhadap penyelenggaraan acara ini, saya juga ucapkan terima kasih kepada perwakilan negara lain," kata JK.  

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan sebanyak 10 delegasi setingkat menteri menghadiri acara ini. Ia berharap acara ini menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan di Indonesia. 

(Baca juga: Kemitraan Strategis RI-Inggris di Indo Defence 2018)

Ryamizard bangga dengan penyelenggaraan pameran sekali dua tahun ini. Indo Defence Expo and Forum merupakan pameran industri pertahanan terbesar di Asia Tenggara.

"Dan bahkan pameran ini masuk dalam kalender pameran pertahanan dunia," kata Ryamizard. 

Pameran Indo Defence 2018 berlangsung dari 7 November hingga 10 November 2018 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Pameran industri pertahanan ini dilaksanakan berbarengan dengan pameran kerdigantaraan dan helikopter dan pameran kemaritiman. 

Dalam pameran Indo Defence 2018 hadir menteri, kepala staf angkatan bersenjata dari negara sahabat. Seperti Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia, dan Uni Emirat Arab.

Sebanyak 30 negara ikut memamerkan teknologi dan industri pertahanan mereka dalam pameran ini. Selain itu, pameran juga diramaikan perusahaan asing seperti Rheinmetal, SAAB, Lockheed Martin, KAI, FN Herstal, Beretta, Excalibur, SVOS, Nexter, Reutech, Turkish Aerospace Industries, dan Polish Armanent Group.

(Baca juga: Indo Defence Bakal Jadi Sarana Edukasi Masyarakat)






(REN)