Asuhan Keperawatan tak Memandang Jenis Kelamin

   •    Rabu, 31 Jan 2018 11:23 WIB
pelecehan seksual
Asuhan Keperawatan tak Memandang Jenis Kelamin
Ilustrasi--Perawat memeriksa pasien yang baru melahirkan di Puskesmas Kecamatan Menteng, Jakarta. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum perawat laki-laki terhadap pasien perempuan di National Hospital Surabaya, Jawa Timur, berbuntut panjang.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pasien perempuan meluapkan kemarahannya kepada oknum perawat lantaran mengaku dilecehkan secara seksual saat dirinya masih berada di bawah pengaruh obat bius.

Terlepas dari itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah menyebut asuhan perawatan yang dilakukan oleh perawat di rumah sakit pada dasarnya tidak memandang jenis kelamin.

Pasien perempuan yang ditangani perawat laki-laki maupun sebaliknya sah-sah saja selama tindakan yang dilakukan perawat sudah sesuai dengan asuhan perawatan yang dibutuhkan pasien.

"Dalam proses administrasi sudah ada prosedurnya. Tapi bila dari awal pasien minta dilayani oleh perawat perempuan saja misalnya maka rumah sakit wajib menyediakan," kata Harif, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 31 Januari 2018.

Meski tak memandang jenis kelamin, Harif mengatakan permintaan pasien untuk dilayani hanya oleh perawat laki-laki atau perempuan tergantung pada kondisi di rumah sakit.

Secara normal, permintaan semacam itu bisa dilakukan namun dalam kondisi terencana. Sementara dalam kondisi darurat, yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa pasien dan mencegah kecatatan.

"Pada fatsun etika yang sangat kuat sekali apabila pemeriksa dokter atau perawat berlainan jenis kelamin, secara etika harus ada pendamping. Misalnya pasien wanita diperiksa dokter pria, harus ada pendamping wanita," katanya.

Terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di National Hospital yang diduga dilakukan oknum perawat laki-laki kepada pasien perempuan, Harif mengaku tak mendapat banyak keterangan.

Namun berdasarkan video yang beredar, pada detik ke sekian ada pernyataan oknum perawat yang mengonfirmasi bahwa kejadian tidak seperti yang dituduhkan bisa menjadi celah untuk pembelaan.

"Meski begitu kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Biar kita coba lakukan satu pembelaan hukum sebagaimana mestinya," jelas Harif.




(MEL)