Mensos Ingin Perbatasan Jadi Ujung Tombak Pertahanan Nasional

   •    Jumat, 23 Mar 2018 17:20 WIB
kemiskinandesa tertinggal
Mensos Ingin Perbatasan Jadi Ujung Tombak Pertahanan Nasional
Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: Doc Kemensos

Jakarta: Menteri Sosial Idrus  Marham akan memulai kunjungan ke 41 kabupaten/kota di perbatasan Indonesia. Kementerian Sosial akan merealisasikan program pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 
"Kemensos akan menggandeng sejumlah mitra, untuk bersama-sama menjadikan kawasan perbatasan sebagai kekuatan pertahanan bangsa. Kita akan memulai dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur,” kata Menteri Sosial Idrus Marham dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 maret 2018.
 
Program Kemensos ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang bertekad membangun Indonesia dari pinggiran, dari daerah-daerah terpencil, dari perbatasan.
 
Mensos akan meninjau kehidupan masyarakat setempat, memberikan bantuan, merumuskan pokok-pokok pikiran dalam rangka melaksanakan penataan. “Target saya, nantinya kawasan di perbatasan menjadi pusat kekuatan dan ketahanan nasional,” kata Idrus.
 
Kunjungan ke Belu juga dalam rangka memastikan negara hadir setiap kali terjadi masalah. “Untuk mempercepat pembangunan negara harus hadir. Kehadiran negara dibuktikan dengan kehadiran pemerintah,” kata Idrus.
 
Direktur Pemberdayaan Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Kementerian Sosial Bambang Mulyadi mengatakan, rencana kunjungan kerja Mensos ke 41 kabupaten/kota tersebut tidak lepas dari pembangunan infrastruktur di daerah yang sudah dikembangkan Presiden Jokowi.

Baca: Mensos akan Sisir Daerah Tertinggal

Kemensos ingin mememastikan pembangunan di tanah air berjalan seiring antara pembangunan fisik dengan pembangunan manusianya, khususnya masyarakat di sekitar perbatasan. 
 
Program penguatan di kawassan 3T (terpencil, terluar  dan tertinggal) ini sebenarnya sudah lama digagas sejalan dengan Nawacita. Hanya saja, kata Bambang, masih butuh waktu mencari kesepahaman di kawasan mana yang akan disasar dari 415 kabupaten/kota di Indonesia.
 
“Nah, saat Presiden Joko Widodo mulai membangun infrastruktur dari kawasan Timur, maka kita simpulkan pemberdayaan akan dilakukan dari kawasan perbatasan. Ada 41 kabupaten/kota  di kawasan perbatasan dan program akan dimulai dari kawasan perbatas di Timur Indonesia,” kata Bambang.
 
Daerah yang pertama akan dikunjungi Mensos adalah Desa Dirun dan Desa Maudemu, di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Timor Leste. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Belu, bantuan mendesak yang bisa diberikan di kawasan ini adalah penyediaan air bersih,” kata Bambang.
 
Selain itu akan diberikan bantuan lain seperti beras, bahan pokok, dan sarana fisik lainnya, seperti MCK. Selain itu, Kemensos juga akan melibatkan pemangku kepentingan yang  punya keperdulian dengan masalah sosial dari dunia usaha. 
 
“Tentu bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah. Intinya program ini dilaksanakan agar kualitas hidup masyarakat di kawasan perbatasan bisa bergerak meningkat dan pada saatnya sejajar dengan daerah lain,” kata Bambang.
 
Dalam kesempatan sebelumnya, Mensos juga menekankan, pembangunan kawasan 3T merupakan upaya percepatan pembangunan, sehingga hasil-hasilnya dapat dinikmati di seluruh Indonesia.
 
“Sekaligus sebagai upaya meniadakan pola sentralistik dalam pembangunan. Bahwa pembangunan tidak hanya di Jakarta, tidak hanya di Jawa. Kita ingin pembangunan juga berlangsung di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, semua ini harus dibuktikan," kata Mensos.




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA