Dai Muda Siap Cegah Radikalisme

Golda Eksa    •    Jumat, 18 May 2018 07:45 WIB
radikalisme
Dai Muda Siap Cegah Radikalisme
Ilustrasi- Polisi berjaga saat berlangsung olah TKP di lokasi bom bunuh diri di GPSS Arjuno, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/5). ANT/Zabur Karuru.

Jakarta: Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) mengapresiasi upaya pemerintah dalam menangani pelbagai isu aktual seputar radikalisme dan terorisme di Tanah Air. FKDMI pun siap membantu pemerintah untuk mencegah berkembangnya paham sesat tersebut.

Hal itu diutarakan Ketua Umum Pengurus Pusat FKDMI Muhammad Nur Huda kepada wartawan seusai beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

"Kita konsen terhadap hal-hal demikian. Sudah lama juga melakukan deradikalisasi dengan berbagai instansi dan kementerian, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Sebagai dai muda kita merasa terpanggil mengembangkan dan menjaga kebinekaan Indonesia," ujar Nur Huda.

Fokus FKDMI ialah menyadarkan dan mencegah masyarakat untuk tidak mengikuti paham radikal. Mereka pun bakal turun ke lapangan untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan ke majelis-majelis taklim.

"Beliau (Wiranto) berpesan kepada kita untuk secara aktif terjun ke masyarakat karena memang tindakan terorisme itu dikembangkan oleh kelompok masyarakat tertentu. Ini akan kita lawan," tegasnya.

Ia menambahkan, awal Juni mendatang FKDMI akan menggelar rapat kerja nasional. Akan dikemas pula secara detail sejumlah program terkait dengan upaya menangkal paham radikal.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh aksi terorisme yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah. Para dai muda akan bergerak di hulu dengan memberikan dakwah agar masyarakat bisa membangun kesadaran sebelum muncul aksi.

"Karena sekarang kan yang tampak cuma di hilirnya. Makanya Menko Polhukam tadi mendukung dai muda terlibat memberikan pemahaman di tingkat masyarakat terkait kontraradikalisme ini. Kita terjun ke masyarakat bawah, berada di mimbar-mimbar, dan berada di bidang pendampingan," pungkasnya.



(DRI)