Budaya dalam Bingkai Virtual

Pelangi Karismakristi    •    Minggu, 12 Aug 2018 19:00 WIB
galeriindonesiakaya
Budaya dalam Bingkai Virtual
Ilustrasi era digital. (Foto: itunews.itu.int)

Jakarta: Kemajuan teknologi dewasa ini kerap dimanfaatkan untuk beragam hal. Begitu juga dalam upaya melestarikan seni dan budaya.
Beberapa seniman berhasil mendokumentasikan budaya dalam bentuk digital, di antaranya dengan teknologi motion capture.

Teknologi motion capture merupakan sebuah teknologi untuk menangkap atau mendokumentasikan banyak gerakan yang menghasilkan model digital dalam bentuk vektor. Pencetusnya adalah seorang seniman sekaligus dosen yang bernama Harry Nauriman.

Dia telah melakukan penelitian agar tarian Nusantara bisa didokumentasikan dalam bentuk file digital. Tujuannya agar warisan bangsa tetap lestari, meski pendahulunya telah tiada. 

Salah satu tarian yang telah didigitalisasi adalah Tarian Topeng Cirebon. Selain itu, kini Harry juga mulai mendigitalisasi bela diri pencak silat, dan ia punya target skala besar untuk setiap provinsi di Indonesia.

Pemanfaatan digitalisasi juga dilakoni oleh Andi Taru Nugroho. Berbekal keterampilan dan keahlian di bidang teknologi pengembangan aplikasi dalam ponsel maupun desktop, ia mulai tergerak untuk membuat sesuatu yang berguna bagi bangsa. 

Andi berhasil membuat aplikasi yang dinamakan Marbel Nusantara. Aplikasi ini bisa membantu anak-anak Indonesia mengenal dan mempelajari busaya. Mulai dari pakaian adat, senjata daerah, alat musik daerah, tarian daerah dan lainnya.

Selain itu, ada juga Harry Widianto yang kini menjadi peneliti arkeologi sejarah. Sebelumnya, Harry pernah menjabat sebagi Dirjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud. Ia berkonsentrasi yang sama dalam menjaga warisan budaya, baik benda dan tak benda.

Simak kelanjutan ceritanya dalam program IDEnesia episode Budaya dalam Bingkai Virtual, yang tayang pada Minggu, 12 Agustus 2018, pukul 21.30 hanya di Metro TV.


(ROS)