NSI

Rehabilitasi Pengguna Narkoba tak Menggugurkan Hukuman Pidana

   •    Selasa, 21 Mar 2017 12:48 WIB
narkotika
Rehabilitasi Pengguna Narkoba tak Menggugurkan Hukuman Pidana
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (kanan) didampingi jajarannya menunjukkan barang bukti narkotika jenis ekstasi saat gelar pemusnahan barang bukti narkotika sabu dan ekstasi di Kantor BNN, Jakarta. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso sepakat jika pengguna narkoba memang harus direhabilitasi. Namun, rehabilitasi jangan sampai menggugurkan pertanggungjawaban secara hukum.

"Memang wajib direhabilitasi, tapi pertanggungjawaban hukumnya tetap harus berjalan. Ketika dia menyalahgunakan, dia akan berhadapan dengan hukum," kata Budi Waseso, dalam News Story Insight, Senin 20 Maret 2017.

Menurut Waseso, selama ini pihak-pihak yang terjerat dalam kasus narkoba berlindung pada status pengguna sebagai korban. Sehingga penanganan terhadap mereka yang benar-benar menyalahgunakan narkoba seperti bandar menjadi tak optimal.

Berlindung di bawah status pemakai hanya akan memanfaatkan kebijakan rehabilitasi untuk menghindari pidana. Paradigma inilah yang menurut Waseso, perlu diubah melalui revisi UU narkotika yang bisa mengatur hukuman pidana di samping proses rehabilitasi.

"Jangan bertahan dengan UU yang salah. Ini hanya akan membiarkan korban makin besar, ini masalah negara bukan seolah-olah pertentangan rehabilitasi," jelas Waseso.

Waseso menyebut tak hanya revisi UU narkotika, spesialisasi lapas khusus narkotika pun mutlak diperlukan. Sebab saat ini narapidana narkotika masih membaur dengan napi tindak pidana lain, salah satunya narapidana kasus kriminal. Pengkhususan lapas narkoba bertujuan agar rehabilitasi bisa dilakukan di dalam lapas.

Selama ini, kata Waseso, narapidana kasus narkoba terkontaminasi oleh napi kasus lain untuk dimanfaatkan sebagai penerus jaringan ketika keluar dari lapas nanti. Mengedarkan narkoba dengan kemampuan kriminal hebat yang sudah diajarkan oleh napi lain. 

"Keluar dari situ bukannya jera malah punya pengalaman kriminal. Jadi pengedar yang punya kemampuan kriminal," jelasnya.




(MEL)