Lift Jatuh di Blok M Dugaan Polisi Masih Kelebihan Muatan

Deny Irwanto    •    Selasa, 21 Mar 2017 02:12 WIB
lift jatuh
Lift Jatuh di Blok M Dugaan Polisi Masih Kelebihan Muatan
Garis polisi di sekitar lift jatuh di Blok M Square. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab pasti jatuhnya lift di Blok M Square, Jakarta Selatan.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dugaan sementara lift jatuh tetap pada kelebihan muatan.

"Sementara ini masih kita coba dalami, karena dugaan masih karena overload. Nah kita akan melihat sistem alarm tersebut bekerja baik tidak dengan sistem pengamanan yang ada di lift tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin 20 Maret 2017.

Mantan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini menuturkan, penyidik memeriksa tiga saksi pada Senin 20 Maret 2017. Di antaranya adalah pihak teknisi.

Dalam pemeriksaan, polisi fokus untuk mengetahui perawatan lift yang selama ini dilakukan pihak pengelola.

"Dari teknisi yang melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap lift tersebut serta akan kita periksa dari saksi ahli lift yang kemarin melakukan survey," ungkap Budi.

Lift di Blok M Square meluncur tak terkendali sekira pukul 13.00 WIB, selepas salat Jumat, 17 Maret 2017. Lift sebenarnya hanya memiliki kapasitas 24 orang, tetapi dipaksa diisi 35 orang. Tanda peringatan beban berlebih kala itu telah berbunyi, namun diabaikan.

Sehari setelah lift jatuh, Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP menunjukkan ada korban yang tidak terdata. Dari pemeriksaan closed circuit television (CCTV), korban di dalam lift berjumlah lebih dari 30 orang.

"Ternyata pada saat terjadi evakuasi oleh warga setempat, ini kami akan memeriksa warga yang melakukan evakuasi. Diduga ada sekitar 30-an yang keluar dari lift tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Hermanto di lokasi, Sabtu 18 Maret 2017.


(REN)