Banjir Bandang Garut Potret Buruknya DAS Cimanuk

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 22 Sep 2016 04:43 WIB
banjir bandang garut
Banjir Bandang Garut Potret Buruknya DAS Cimanuk
Dampak banjir bandang di Garut, Jawa Barat. Metro TV/Wildan Fadilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai banjir bandang yang terjadi di Kabupeten Garut, Jawa Barat, akibat daerah aliran sungai (DAS) di Sungai Cimanuk sudah semakin kritis. Hal ini mengakibatkan ketika terjadi hujan intensitas tinggi, bencana banjir dan longsor tak terhindarkan.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sejak 1980 daerah aliran Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut yang bermuara ke Kabupeten Indramayu sudah ditetapkan status kritis. Daerah aliran Sungai Cimanuk sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

"Pada tahun 1995 penduduk sekitar DAS Cimanuk kurang dari 3,08 juta jiwa. Pada tahun 2005 jumlahnya meningkat signifikan 4,4 juta jiwa. Di mana sebagian bermata pencaharian di pertanian," jelas Sutopo, di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

Parameter kerusakan DAS Sungai Cimanuk diukur dari koefisien rejim sungai (KRS) atau perbandingan debit maksimum saat terjadi banjir dan perbandingan debit minimun saat tidak terjadi banjir pada musim kemarau. "DAS buruk jika koefisien rejim sungainya di atas 80 tetapi di Sungai Cimanuk mencapai 713 KRS. Ini menunjukan bahwa kerusakan yang masif di DAS Cimanuk," jelas Sutopo.

Menurut dia, KRS di Sungai Cimanuk terburuk dibandingkan sungai-sungai lainnya di Pulau Jawa, seperti, Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Imbasnya, ketika terjadi hujan lebat dikonversi ke permukaan dan terjadi banjir, ketika hujan reda banjir lebih cepat surut.

"Pagi tadi air sudah surut ini menunjukan DAS Cimanuk sudah sakit. Begitu cepatnya banjir ketika terjadi hujan, begitu hujan reda begitu cepat juga surut," jelas dia.

Dia menambahkan, "Ini kejadian pertama banjir bandang begitu besar di Garut. Garut beberapa kali mengalami banjir bandang dan longsor. Tetapi intensitas dan magnitude-nya tidak seperti tadi malam."

Banjir bandang menerjang pada Selasa malam, 20 September. Banjir melanda tujuh kecamatan di Garut: Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang.




(OGI)

Video /