Pranata Adat Perlu Diperkuat

Ilham wibowo    •    Selasa, 29 Nov 2016 16:26 WIB
konflik filipina
Pranata Adat Perlu Diperkuat
Suprayoga Hadi memaparkan materi saat rapat koordinasi penanganan daerah pascakonflik di Bandung, Rabu 31 Agustus 2016. Antara Foto/HO/Agus

Metrotvnews.com, Jakarta: Penangan konflik sosial di daerah bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak. Penanganan konflik mesti partisipatif, mengutamakan kearifan lokal dan pranata adat.

"Penyelesaian konflik melalui jalur-jalur dialogis. Beragam kanal alternatif di luar mekanisme formal maupun litigasi dilakukan," kata Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa Suprayoga Hadi di Media Hotel, Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, Selasa, (29/11/2016).

Proses untuk memperkuat partisipasi dan penyelesaian konflik melalui kearifan lokal dan pranata adat mensyaratkan penguatan kelembagaan yang selama ini tidak memiliki tempat cukup signifikan. Ia menilai, perlu analisis terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya pelemahan pranata adat dan kearifan lokal.

"Adat ini menjadi satu kunci atau instrumen utama membangun perdamaian yang lebih berkesinambungan," ujarnya.

Suprayoga mengatakan, upaya untuk memperkuat pranata adat didasari kebutuhan aspek kebijakan. Sinkronisasi dan koordinasi antara pemerintah pusat maupun daerah jadi keharusan agar tidak terjadi pertentangan. Regulasi di daerah mesti jelas dari undang-undang hingga beragam peraturan turunannya.

"Dengan demikian, untuk menjadikan kebijakan dapat bersifat operasional dibutuhkan koordinasi, panduan, dan kesepahaman bersama sejak dalam tahap perencanaan pembangunan," kata Suprayoga.

Aspek lain, yakni kelembagaan. Penguatan kelembagaan adat perlu dijalankan melalui serangkaian program yang terukur, berdasarkan relevansi, dan kebutuhan di tingkat masyarakat lokal. Pendampingan bisa berupa peningkatan kapasitas pengurus maupun anggota lembaga adat tertentu dalam hal kecakapan penanganan konflik maupun kecakapan umum lainnya.

"Program yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan bisa melalui bantuan terkait kelengkapan untuk menopang kerja lembaga adat, infrastruktur lembaga adat, maupun pendampingan yang berkaitan dengan substansi," papar Suprayoga.

Pranata adat juga menunjang aspek nilai, seni, budaya, dan ekonomi. Menurut Suprayoga, program sarat nilai yang bisa dilakukan yakni memperkuat aktivitas utama melalui kegiatan dokumentasi, kodifikasi, serta ialur pendidikan formal dan informal.

"Berkaitan dengan praktek, program pendampingan dapat bisa menjadi faktor utama pendukung upaya penguatan pranata adat," ucap Suprayoga.


(TRK)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

26 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA