Presiden Menerima Pengurus Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia di Istana

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 17 Apr 2017 13:03 WIB
presiden jokowi
Presiden Menerima Pengurus Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia di Istana
Presiden Joko Widodo saat membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon. Foto: Biro Pers Setpres.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menerima kedatangan DPP Badan Koordinasi Mubaligh seluruh Indonesia (Bakomubin). Mereka menyampaikan soal pemahaman empat pilar kepada Jokowi.

"Tujuan kami, para mubaligh ini sudah memiliki pemahaman terhadap empat pilar negara. Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi bagi kami ini bukan hal yang aneh bahwa kami ingin menyampaikan UUD 45 dan Pancasila adalah produk hukum Islam," kata Ketua Majelis Syuro Nasional K.H. Mahrus Amin di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Ada sekitar 28 perwakilan yang hadir. Mereka di antaranya Wakil Ketua Majelis Syuro Nasional K.H. Anwar Sanusi, anggota Majelis Syuro Nasional Tatang M. Natsir Fathudin, Ketua Umum DPP Bakomubin Dedy Ismatullah, serta Wakil Ketua Umum Fauzan Zakaria Amin.


Pertemuan Bakomubin dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.

Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Pertemuan berlangsung secara tertutup setelah perwakilan Bakomubin menyampaikan pengantar soal kedatangannya.

Baca: MUI Bahas Arah Ekonomi Baru dengan Presiden

Presiden akhir-akhir ini memang kerap menerima kunjungan dari organisasi masyarakat, khususnya yang berbasis Islam. Pada Kamis 30 Maret, misalnya, Presiden bertemu Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma'ruf Amin.

Ma'ruf menerangkan, Presiden memang membuka komunikasi dengan semua pihak. Hal ini, kata dia, merupakan upaya dalam meredam gejolak di Tanah Air.


(OGI)

Saat Setnov Tak Menjawab Pertanyaan Hakim Tipikor

Saat Setnov Tak Menjawab Pertanyaan Hakim Tipikor

12 minutes Ago

Setya Novanto menjalani sidang perdana sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi KTP-el. Namu…

BERITA LAINNYA