Sengkarut BPJS Kesehatan buat Masyarakat Gelisah

Ilham Pratama Putra    •    Selasa, 08 Jan 2019 05:26 WIB
bpjs kesehatan
Sengkarut BPJS Kesehatan buat Masyarakat Gelisah
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Jakarta: Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghentikan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit. Pemutusan kontrak mulai membuat masyarakat gelisah dengan pelayanan kesehatan dari pemerintah tersebut.

"Ketika diputus kontrak, jelas masyarakat gelisah di tengah jalan fasilitas tidak berjalan, konsumen sudah membayar sesuai yang diwajibkan dari BPJS," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam acara Prime Time News Metro TV, Senin 7 Januari 2019.

Tulus khawatir pemutusan kontrak itu sampai pada titik pelanggaran konsumen yang berat. Salah satunya, masyarakat tidak mendapat pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

"Kita sudah bayar, dan infrastruktur siap, itulah ada timbal balik, timbal balik antara peserta yang membayar dan provider yang menyediakan jasa kesehatan," ujarnya.

(Baca: Enam RS di Sulsel Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan)

Tulus juga menilai sengkarut BPJS Kesehatan ini akan meninggalkan citra tidak baik bagi publik. Mengingat, keluhan konsumen berawal dari pelayanan di rumah sakit.

"Keluhan konsumen rata-rata ke rumah sakitnya, entah itu infrastruktur, alat kesehatan ataupun tenaga kesehatan yang kurang," kata dia.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan rekomendasi, agar perpanjangan kontrak (BPJS) Kesehatan dengan 169 rumah sakit (RS) di Indonesia, kembali dilanjutkan.


(JMS)