Penembakan di Trans Papua

Program Pembangunan Trans Papua Tetap Dilanjutkan

Laela Badriyah, Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 04 Dec 2018 12:16 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Program Pembangunan Trans Papua Tetap Dilanjutkan
Presiden Joko Widodo menyusuri jalan Trans Papua, dok: Biro Pers Setpres

Jakarta: Program pembangunan konektivitas di Trans Papua tetap berlanjut. Namun lantaran terjadi kondisi luar biasa atau force majeure, pembangunan jembatan di Trans Papua dihentikan sementara.

Kejadian itu terkait dengan dugaan penembakan yang terjadi di KM 102+5 Trans Papua, tepatnya di lokasi pembangunan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Informasi mengenai jumlah korban masih simpang siur.

"Kejadian itu tak menyurutkan semangat membangun, untuk mewujudkan amanat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers yang berlangsung di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Baca: Pekerja yang Diberondong Tembakan di Papua Kebanyakan dari Sulsel

Basuki mengatakan Trans Papua membentang sepanjang 284,3 Km dari Nduga, Wamena, Habema, hingga Mamugu. Masyarakat di sepanjang Trans Papua sangat mendukung pembangunan jalur tersebut.

"Bahkan, warga juga menjamin keamanan pekerja. Jadi tak ada warga yang menolak pembangunan," lanjut Basuki.

Lantaran itu, Basuki terkejut dan menyesalkan penembakan yang terjadi pada Senin sore, 3 Desember 2018. Ia menduga peristiwa itu berkaitan dengan aksi kelompok bersenjata. Sehingga ia menyerahkan penanganan itu kepada aparat keamanan.

Terkait Trans Papua, Basuki menegaskan pembangunan tetap berlangsung. Hanya saja, karena ada kejadian luar biasa, proses pembangunan dihentikan sementara hingga aparat menyebutkan kondisi di Papua sudah aman.

Saat ini, ungkap Basuki, pembangunan Trans Papua sudah rampung. Proses pembangunan sudah masuk dalam tahap penyempurnaan konektivitas di Tanah Papua. Termasuk, pembangunan 35 jembatan yang membentang di jalur itu.

Dua perusahaan tengah mengerjakan jembatan, yaitu PT Brantas Abipraya dan Istaka Karya (Persero). PT Brantas bertugas mengerjakan 21 jembatan. Sedangkan PT Istaka membangun 14 jembatan. Hingga kini, Istaka telah membangun 11 jembatan.

Salah satu jembatan yang tengah dalam proses pengerjaan yaitu menghubungkan Kali Yigi dengan Auruk. Di lokasi itulah, penembakan terjadi. Informasi yang didapat Medcom.id menyebutkan 31 orang tewas dalam kejadian tersebut. 


(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA