Pinjaman Online Ilegal Meneror

Muhammad Syahrul Ramadhan    •    Kamis, 14 Feb 2019 08:54 WIB
fintech
Pinjaman <i>Online</i> Ilegal Meneror
Pinjaman uang. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan hingga Februari 2019, ada sebanyak 635 perusahaan pinjam meminjam uang berbasis teknologi (fintech peer to peer lending) beroperasi secara ilegal di Indonesia. Publik diminta berhati-hati.

"Kasus utamanya intimidasi, teror, penagihan tidak beretika. Itu masalahnya saat ini. Kalau kita lihat kasus ini karena kemampuan bayar nasabah ini tidak ada untuk mengembalikan sesuai perjanjian," kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing di kantor OJK Gedung Soemitro, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Februari 2019.

Tongam mengaku OJK telah mengimbau calon peminjam untuk lebih bijaksana saat meminjam uang secara online. Dia tak ingin warga kesulitan untuk membayar utang.

"Kami selalu berulang kali mengatakan apabila ingin meminjam secara online pinjamlah sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar sehingga tidak default. Ketika tidak mampu membayar mereka akan ditagih dengan tidak beretika,"ujar dia.

Baca: Tips Cegah Jeratan Pinjaman Daring

Masyarakat diminta tidak mengutang kepada fintech peer to peer (P2P) yang tidak terdaftar dan memiliki izin dari OJK. Pasalnya, masih banyak entitas fintech P2P lending ilegal yang memakai melalui aplikasi di Appstore, Playstore, hingga media sosial.

Hingga akhir 2018, Satgas Waspada Investasi sudah membredel 404 fintech P2P lending ilegal. "Kami juga mengedukasi kepada masyarakat supaya bisa lebih memitigasi risiko kerugian para nasabah terhadap penawaran para fintech ilegal," ungkap Tongam.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA