BPJS Kesehatan Diminta Buka Posko di Luar Negeri

Sonya Michaella    •    Minggu, 25 Feb 2018 14:42 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Diminta Buka Posko di Luar Negeri
Pengurus KSBSI Yatini Sulistyowati/Medcom.id/Sonya

Jakarta: Tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri belum maksimal. Tak ada jaminan kesehatan ketika mereka mengalami kecelakaan maupun jatuh sakit.

Pengurus Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Yatini Sulistyowati mengatakan di Singapura yang mayoritas TKI berstatus legal pun tak mendapat jaminan semacam itu.

"Di sini kami berharap bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa membuka posko layanan di luar negeri. Kami mendorong agar BPJS bisa digunakan di luar negeri terutama untuk para TKI," kata pengurus Yatini di kantor LBH Jakarta, Minggu, 25 Februari 2018.

Namun berbagai pertanyaan kemudian muncul. Kesanggupan BJPS membayar tagihan di luar negeri yang lebih besar ketimbang di Indonesisa pun masih menjadi pertanyaan besar.

Membuka posko layanan BPJS di luar negeri juga tak semudah diperkirakan. Harus ada izin dari negara setempat bahkan harus ada kesepakatan dua negara terkait.

Menurut Yatini, pertanyaan semacam itu bisa dijawab melalui kerja sama dengan asuransi swasta. Tagihan bakal tertutupi bila disokong asuransi setempat.

"Bisa kok. Saya pernah cek soal asuransi tenaga kerja di Korea yang mau bekerja sama dengan negara asal buruh migran," ucap Yatini.


(OJE)