Pendaftaran Calon Petugas Haji 2018 Dibuka 20 Maret

Arga sumantri    •    Jumat, 16 Mar 2018 16:16 WIB
Haji 2018
Pendaftaran Calon Petugas Haji 2018 Dibuka 20 Maret
Ilustrasi petugas haji.

Jakarta: Kementerian Agama kembali membuka pendaftaran seleksi calon petugas haji 2018. Pendaftaran dibuka pada 20 Maret 2018.

Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir mengatakan pendaftaran seleksi dilakukan selama enam hari. "Dari 20 – 25 Maret 2018,” kata Khoirizi di Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018. 

Khoirizi menjelaskan, ada dua kelompok calon petugas haji yang akan direkrut oleh Kementerian Agama. Pertama, petugas yang akan menyertai jemaah haji atau kloter, dan petugas yang tidak menyertai jemaah haji alias non-kloter.

“Petugas kloter terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI),” beber dia.  

Jumlah petugas haji yang dibutuhkan mengikuti jumlah jemaah yang berangkat haji tahun ini sebanyak 511 kelompok terbang (kloter). Itu berarti, kata dia, diperlukan 511 orang di posisi TPHI dan 511 orang TPIHI.

Sementara itu, petugas non kloter yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, kuotanya sebanyak 836 petugas. Jumlah ini terdiri dari 530 petugas dari unsur Kemenag dan istansi terkait, termasuk media dan TNI atau Polri, serta 306 petugas dari unsur Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Seluruh petugas akan dibagi ke dalam tiga wilayah kerja yakni Mekkah, Jeddah, dan Madinah. "Khusus untuk petugas TKHI kloter dan non kloter rekrutmen dilaksanakan oleh Kementeriaan Kesehatan melalui pusat kesehatan haji," ucap dia. 

Khoirizi menambahkan, seleksi ini akan dilakukan secara berjenjang, dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga pusat. Tes tertulis diwakilkan di tingkat Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota pada 29 Maret nanti. 

“Tes Computer Asisted Tes dan praktik di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi akan digelar pada 12 April 2018,” jelasnya. 

Setelah seleksi, calon petugas yang terpilih akan mengikuti proses lanjutan, yakni pembekalan. Selain itu, ada juga proses pemantauan berkelanjutan sampai calon petugas haji resmi ditetapkan dan dinyatakan lulus serta berhak berangkat pada waktu yang ditentukan.




(REN)