Pola Perlawanan Masyarakat Papua Berubah

Lis Pratiwi    •    Senin, 13 Nov 2017 13:08 WIB
kelompok bersenjata di papua
Pola Perlawanan Masyarakat Papua Berubah
Ilustrasi: Kelompok bersenjata. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Jakarta: Sekitar 1.300 warga di sekitar Kimberly hingga Banti, Distrik Tembagapura, Jayapura, Papua, diisolasi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Tindakan ini disinyalir sebagai pergeseran pola perlawanan masyarakat Papua.

Peneliti tim kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas mengatakan, dulu masyarakat Papua yang ingin merdeka melakukan strategi politik. Mereka mendirikan organisasi politik atau menjalankan gerakan sipil demokratis.

“Sekarang saya melihat tiba-tiba ada pergeseran ya, mendadak menjadi gerakan bersenjata. Itu yang saya amati. Menurut saya ini gerakan perlawanan baru,” kata Cahyo kepada Metrotvnews.com, Senin, 13 November 2017.

Cahyo menyebutkan, sebelumnya, perlawanan masyarakat Papua dilakukan secara sporadis. Dia mencontohkan kelompok Kelly Kwalik di Timika dan kelompok Matias Wenda yang bermarkas di Victoria, perbatasan Papua Nugini.

Baca: Peneliti LIPI Sebut Konflik Papua Terkait Gerakan Papua Merdeka

Ia pun bingung dengan tindakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang kini menjalankan gerakan bersenjata secara terbuka. Padahal, selama ini tindakan dilakukan secara bergerilya.

“Selama ini gerakan mereka kan sporadis ya, sekarang ini jadi gerakan bersenjata. Ada sesuatu yang aneh juga kalau menurut saya,” tambah Cahyo.




(OGI)