Singapura Sebut Pengelolaan Ruang Udara tak Berkaitan Kedaulatan

Renatha Swasty    •    Senin, 11 Dec 2017 19:42 WIB
penerbangan
Singapura Sebut Pengelolaan Ruang Udara tak Berkaitan Kedaulatan
Petugas menunjukkan kondisi 'real time' lalu lintas ruang udara Indonesia dengan aplikasi flight radar 24 milik Airnav Indonesia di Jakarta, Rabu (16/9). Pemerintah melalui Kemenhub dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia

Jakarta: Pengaturan lalu lintas penerbangan khususnya di wilayah Natuna masih ada di tangan Singapura. Sebagian orang menilai kedaulatan Indonesia tidak ada di sana. 

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar menilai pengelolaan ruang udara dalam hal ini flight information region (FIR) tak ada hubungannya dengan kedaulatan. Dia bilang penetapan FIR didasari pertimbangan operasional dan teknis untuk memberikan pelayanan kontrol udara yang efektif. 

"Prioritas yang utama adalah keselamatan penerbangan. Masalah yang kompleks ini berada di bawah cakupan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan melibatkan beberapa negara dan para pengguna internasional jalur wilayah udara sibuk yang dicakup oleh FIR," kata Anil pada Medcom.id, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017. 

Anil melanjutkan sehingga hal yang lumrah bila otoritas lalu lintas ruang udara dari satu negara mengelola layanan pengaturan lalu lintas ruang udara di wilayah udara lain. Ini, kata dia, juga dilakukan Indonesia bukan cuma Singapura. 

(Baca juga: Pemerintah Harus Segera Kendalikan Penerbangan di Langit Kepri)

"Indonesia contohnya mengelola layanan pengaturan lalu lintas ruang udara di wilayah udara yang dimiliki negara lain," tutur dia. 

Dia juga membantah lantaran pengelolaan di Singapura, Indonesia hanya mendapat sebagian kecil biaya Route Air Navigation Services (RANS). Dia bilang seluruh biaya telah dihitung rata.

"Hal ini tidak benar. Semua biaya RANS yang dikumpulkan oleh Singapura atas nama Indonesia dikirim ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia dikurangi biaya transfer bank," tutur dia. 

Anil bilang Dirjen Perhubungan Udara Indonesia mengakui rekening itu dikelola secara teratur. 

(Baca juga: Dampak Langit Kepri Dikendalikan Singapura)
 


(REN)