'Predator Anak' di Tebet Dibekuk

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 07 Feb 2018 11:48 WIB
pelecehan seksualpelecehan bocah
'Predator Anak' di Tebet Dibekuk
Pelecehan. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Edy Suripto, 58, harus berurusan dengan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tebet, Jakarta Selatan. Ia ditangkap karena kasus pelecehan seksual kepada bocah tetangganya, CH.

Kapolsek Tebet Kompol Maulana Jali Karepesina mengatakan kasus ini bermula dari laporan orang tua korban, Johari, 38, pada 4 Desember 2017. Johari curiga karena anaknya sering mengeluhkan rasa sakit di bagian vitalnya. 

Ketika ditanya orang tuanya, korban akhirnya mengaku telah dicabuli oleh Edy. Laporan orang tua korban pun ditanggapi polisi. Polisi kemudian memeriksa saksi dan memvisum CH.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa baju terusan berwarna merah dengan bawahan biru gelap serta bermotif polkadot. Barang bukti ini mendukung pengakuan korban.

"Kami lakukan sesuai dengan prosedur hukum, kami butuh visum et repertum dari rumah sakit dan pemeriksaan saksi-saksi lainnya," kata Maulana kepada Medcom.id melalui pesan singkat, Rabu, 7 Februari 2018.

Selasa, 6 Februari 2018, ketika alat bukti dinilai cukup, Kanit Reskrim Polsek Tebet  Iptu Iwan Ridwanullahi memburu sang 'predator anak'. Iwan menerima informasi bila Edy sedang berada di rumahnya, di Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.

Mendengar informasi tersebut, Iwan bersama dua orang anggotanya dari Unit Buru Sergap (Buser) segera menuju lokasi. Edy yang siang itu berada di rumahnya langsung dibekuk polisi sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca: Dituduh Lakukan Pemerkosaan, Profesor dari Oxford Dipenjara

"Tersangka lantas dibawa ke Polsek Tebet untuk proses penyidikan dan pengembangan kasus," ujar Maulana.

Dari hasil pengembangan kasus, Edy mengakui telah melecehkan CH. Tersangka juga mengaku perbuatan bejat itu dilakukan pada Oktober 2017 di rumahnya. Ia mengaku memberi imbalan uang Rp2.000 usai berbuat cabul.

"Atas perbuatan itu, tersangka (Edy) bisa dijerat Pasal 82 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Maulana.





(OGI)