Jokowi Hadiri Halaqah Nasional Alim Ulama

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 13 Jul 2017 19:54 WIB
nkri
Jokowi Hadiri Halaqah Nasional Alim Ulama
Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Foto: Biro Pers Setpres/Laily Rachev.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menghadiri "Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia" di Hotel Borobudur, Jakarta. Acara itu mengambil tema "Memperkokoh Landasan ke-Islaman Nasionalisme Indonesia".

Jokowi sedianya dijadwalkan datang pukul 13.00 WIB, Kamis, 13 Juli 2017. Namun, jadwal berubah lantaran Jokowi baru kembali dari kunjungan kerja ke Makassar, Sulawesi Selatan serta Balikpapan, Kalimantan Timur, sore ini.

Presiden tiba di lokasi acara sekira pukul 19.22 WIB. Dia didamping Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi Budi Gunawan.

Kepala Negara akan memberikan sambutan di tengah-tengah ratusan alim ulama. Sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara sebelumnya telah menjadi pembicara dalam acara ini. Di antaranya, Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri, Said Aqil, Ma'ruf Amin, serta Budi Gunawan.


Presiden Joko Widodo saat hadir di "Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia". Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.

Halaqah nasional digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Borobudur Jakarta pada 13-14 Juli 2017. Hal ini adalah respons ulama atas munculnya gerakan-gerakan Islam radikal yang semakin mengkhawatirkan.

Baca: Ulama Tegaskan Mencintai Tanah Air Bagian dari Iman

Dalam acara itu, para ulama akan menegaskan bila mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. Hal itu sebagaimana yang pernah digaungkan pendiri NU K.H. Hasyim Asy'ari dalam resolusi jihadnya.

Sekretaris Jenderal Presidium Nasional MDHW Hery Haryanto Azumy berharap, halaqah nasional menjadi langkah awal para ulama dan tokoh nasional membuka dialog kebangsaan. Menurut dia, dialog ini diperlukan dalam mencari solusi berbagai persoalan kebangsaan.


(OGI)