Madinah Siap Jadi Kota Wisata Islami Internasional

Siswantini Suryandari    •    Kamis, 10 Aug 2017 12:17 WIB
haji 2017
Madinah Siap Jadi Kota Wisata Islami Internasional
Ilustrasi Kota madinah--ARIES WIJAKSENA

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Arab Saudi akan memperluas wilayah Masjid Nabawi. Visi 2030 wilayah sekitar Masjid Nabawi akan bebas dari hotel-hotel dan restoran.

Visi tersebut terkait dengan dijadikannya Madinah sebagai kota pariwisata islami internasional yang dicanangkan mulai tahun ini. Seluruh pusat bisnis seperti hotel, restoran dan toko-toko akan dipindahkan.

Visi 2030 untuk Madinah ini sudah dirancang cukup lama oleh Pemerintah Arab Saudi. Raja Salman, penguasa Kerajaan Arab Saudi sekaligus pelayan dua kota suci Mekkah dan Madinah, sudah melakukan lawatan ke luar negeri, termasuk Indonesia untuk belajar tentang kemajuan pariwisata di masing-masing negara.

"Wisatawan atau jemaah yang akan melaksanakan salat di Masjid Nabawi akan dilayani dengan kereta api metro atau bus," kata Prof Abdul Jabbar al-Sya'bi, Ketua Dewan Riset Islam Universitas Tabiah Madinah, saat mengajak para wartawan peliput haji Madinah keliling Kota Madinah, Selasa 8 Agustus 2017.

Perluasan Masjid Nabawi ini agar bisa menampung dua juta jemaah di salah satu masjid utama umat Islam dunia. Pemerintah Arab Saudi pun merancang pendingin udara di bawah tanah. Pendingin udara akan terhubung dengan terowongan sepanjang 7 kilometer, agar setiap lantai yang ada di Masjid Nabawi terasa dingin.

Pemerintahan setempat pun mulai terbuka. Mereka mulai mengajak wartawan di luar Arab untuk mengenal lebih dekat tentang Kota Nabi. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintah Arab Saudi melalui Universitas Tabiah mengajak peliput haji dari Indonesia untuk mengenal Kota Madinah.

Abdul Jabbar menambahkan selama ini warga asing yang datang ke Arab Saudi untuk keperluan umroh dan haji hanya diperbolehkan berada di Jeddah, Madinah dan Mekkah. Namun kini pemerintah Arab Saudi sudah membolehkan para jemaah setelah usai ziarah, dan menjalankan haji serta umroh bisa berkeliling ke daerah tujuan wisata, antara lain Laut Merah.

"Selama pemerintahan Raja Salman, banyak masjid direnovasi agar semakin bagus tanpa mengurangi makna sejarah masjid-masjid yang ada di Madinah," kata Jabbar.

Sedangkan tempat-tempat bersejarah perjalanan Nabi Muhammad Saw mulai diperhatikan pada pemerintahan Raja Salman.

Tujuannya agar para wisatawan makin memahami bagaimana perjalanan Nabi Muhammad saat hijrah dari Mekkah ke Madinah sampai wafatnya. Sejumlah situs bersejarah yang tertulis dalam Al Quran dan Hadist bisa disaksikan di sana. Mulai dari Jabal Uhud tempat para syuhada wafat dalam perang, Masjid Quba, Masjid Qiblatain dan sebagainya.

Di kota nabi itu para jemaah akan melihat awal mula Nabi Muhammad memindahkan kiblat dari Masjid Aqsa ke Kabah, setelah mendapat izin Allah Swt. "Dan harapannya para wisatawan makin mencintai Kota Madinah," pungkasnya.


(YDH)