Jelang Bertemu Presiden, PGRI Gelar Rapat Pleno

Citra Larasati    •    Senin, 03 Dec 2018 08:54 WIB
Guru Honorer
Jelang Bertemu Presiden, PGRI Gelar Rapat Pleno
Suasana peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Medcom,.id/Citra Larasati.

Jakarta:  Jajaran Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan menggelar rapat pleno Selasa, 4 Desember 2018.  Rapat tersebut untuk merumuskan sejumlah materi yang akan disampaikan dan diperjuangkan terkait guru secara umum dan khususnya guru honorer saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo nanti.

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan, ia dan seluruh jajarannya tengah bersiap menghadiri undangan Presiden Jokowi kepada PGRI yang disampaikan Presiden di sela-sela Peringatan HGN 2018, di Cibinong, Bogor, Sabtu, 2 Desember 2018 kemarin.  Salah satunya adalah menyiapkan materi serta usulan yang akan disampaikan PGRI di hadapan Presiden dalam pertemuan yang rencananya dijadwalkan sekitar pekan ini.

"Sampai hari ini kami belum terima undangan resminya, tapi besok siang (Selasa) kami tetap siap-siap, menggelar rapat pleno bersama pengurus besar PGRI," terang Unifah saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Perumusan bersama tetap akan dilakukan, meski sebenarnya PGRI sudah mengantongi beberapa poin penting yang telah sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, terkait persoalan dan kebutuhan guru.  Materi tersebut disusun berdasarkan masukan dari sejumlah anggota dan pengurus besar PB PGRI, terutama pascaditerbitkannya PP nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) .

"Meski sudah ada rumusan umum, tapi tetap akan dirumuskan bersama lagi.  Direkonstruksi agar sistematis, juga karena ini kan hasil pemikiran bersama, bukan hanya pikiran saya saja," paparnya.

Baca: PGRI 'Todong' Kabar Gembira ke Jokowi

Menurut Unifah, banyak masukan yang disampaikan pengurus maupun anggota PGRI yang harus diakomodasi.  Hingga hari ini, kata Unifah, usulan dan masukan tersebut masih mengalir.

"Terutama kami akan mengonsep bagaimana formula penanganan guru honorer ini," ujar Unifah.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk datang ke Istana Negara pekan ini.  Salah satu agenda yang akan dibicarakan adalah menindaklanjuti  sejumlah persoalan dan kebutuhan guru pasca terbitnya PP 49/2018.

"Nanti minggu depan (pekan ini) akan saya undang Ibu Ketua (PGRI) beserta seluruh jajaran pengurus untuk datang ke Istana, berbicara masalah-masalah besar yang kita hadapi," kata Presiden Joko Widodo saat menghadiri Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor  Sabtu  1 Desember 2018.

Untuk diketahui, pemerintah telah meneken Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja.  Payung hukum ini membuka peluang pengangkatan guru bagi yang telah melampaui usia maksimal (35 tahun) yang ditetapkan oleh undang-undang untuk menjadi PNS dengan hak yang setara dengan PNS.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA