Arkeolog Indonesia Temukan Grafiti Tertua di Dunia

Intan Yunelia    •    Kamis, 08 Nov 2018 15:12 WIB
Arkeologi
Arkeolog Indonesia Temukan Grafiti Tertua di Dunia
Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Intan Yunelia.

Jakarta: Tim penelitian berskala internasional yang dipimpin oleh arkeolog Indonesia telah menemukan gambar-gambar cadas (grafiti) di Kalimantan Timur (Kaltim). Dari hasil penelitian grafiti tersebut berusia 40.000 tahun.

“Ini adalah temuan tertua di dunia, saya sebut grafiti dalam goa, yang berdasarkan uji uranium series,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy saat konferensi pers mengenai Hasil Penelitian Arkeologi Mutakhir, di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Temuan ini menegaskan, bahwa gambar grafiti tersebut bukan saja berkembang di Eropa seperti yang diyakini selama ini. Indonesia juga mempunyai sejarah kebudayaan yang jauh lebih tua umurnya.

“Makanya akan kita usulkan nanti menjadi warisan budaya dunia UNESCO,” ujar Muhadjir.

Memang sejak tahun 1990-an telah diketahui, bahwa gua yang berada di atas pegunungan di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat, Kaltim menyimpan serangkaian gambar purba. Termasuk ribuan penggambaran tangan manusia, hewan dan simbol-simbol yang abstrak.

Baca: Pengelolaan Cagar Budaya Harus Jadi Perhatian KKI

Spesialis Gambar Cadas dari Pusat Penelitian Arkenas (Arkeologi Nasional), Adhi Agus Oktaviana menyebutkan, gambar cadas tertua ini diketahui penanggalannya adalah gambar seekor hewan yang tidak teridentifikasi. Gambar ini memiliki penanggalan minimum sekitar 40.000 tahun lalu. 

“Gambar tersebut memberi kesan bahwa tradisi gambar cadas Zaman Paleolitik pertama kali muncul di Kalimantan sekitar 52.000 dan 40.000 tahun yang lalu,” tutur Adhi.

Hasil publikasi ilmiah yang dilakukan oleh Arkenas, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan para peneliti dari Universitas Griffith, Australia ini akan dipublikasikan hari ini, di dalam jurnal ilmiah ternama bernama Nature.
(CEU)