BPOM Cabut Izin Viostin DS dan Enzyplex

Intan Yunelia    •    Senin, 05 Feb 2018 13:36 WIB
izin edar obat
BPOM Cabut Izin Viostin DS dan Enzyplex
Obat. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut izin produk Viostin DS dan Enzyplex. Dua produk itu dianggap tidak konsisten dalam informasi data premarket dengan hasil pengawasan post-market.

"Untuk itu, Badan POM RI telah mencabut nomor izin kedua produk tersebut," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers di BPOM, Jakarta, Senin, 5 Februari 2018

Menurut dia, hasil pengujian post-market menunjukkan kedua produk positif mengandung DNA babi. Sementara itu, data yang diserahkan dan lulus evaluasi BPOM pada saat pendaftaran produk premarket menggunakan bahan baku dari sapi.

BPOM, kata dia, telah memberikan sanksi peringatan keras kepada PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories sebagai produsen. Mereka diperintahkan untuk menarik produk itu dari peredaran serta menghentikan proses produksi.

Baca: DPR Diminta Prioritaskan RUU POM

"Jika masyarakat masih menemukan produk Viostin dan Enzyplex di peredaran, agar segera melaporkan kepada Badan POM RI," ucap dia.

Dia memastikan BPOM akan memperbaiki sistem dan terus meningkatkan kinerjanya dalam pengawasan obat dan makanan. Hal itu untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat telah memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu.

"Hal ini semakin menunjukkan perlunya penguatan dasar hukun pengawasan obat dan makanan melalui pengesahan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan," pungkas dia.



(OGI)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

4 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA