KPAI dan Dinas Pendidikan DKI Awasi Korban Perundungan di Pekayon

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 12 Nov 2017 12:55 WIB
bullying
KPAI dan Dinas Pendidikan DKI Awasi Korban Perundungan di Pekayon
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. (Foto: MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Korban perundundungan di Sekolah Dasar Negeri 13 Pekayon, Jakarta memutuskan untuk pindah sekolah. KPAI dan Dinas Pendidikan DKI terus melakukan pengawasan langsung ke sekolah baru korban perundungan bernama SB.

"Pengawasan dilakukan untuk mengawasi Ananda SB." kata Komisinoer KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, ketika berbincang dengan Metrotvnews.com, Minggu 12 November 2017.

Listyarti mengatakan, SB sudah nyaman dan senang berada di sekolah barunya. Ia sudah dapat beradaptasi dengan teman sekelas semenjak hari pertama.

Menurut Listyarti, ada hal yang harus diadaptasi oleh SB di sekolah barunya. Adaptasi yang dilakukan terkait perbedaan jam pulang sekolah. "Pukul 10.30 WIB, SB sudah ngantuk. Di sekolah lama SB pulang pukul 10.00 WIB, Sedangkan jam pulang di sekolah baru pukul 12.30 WIB." kata Listyarti.

Baca: Bullying di Luar Sekolah Bukan Tanggung Jawab Guru

Selain kondisi SB, KPAI dan Dinas Pendidikan juga meminta keterangan Kepala Sekolah terkait biaya pendidikan. Melihat kondisi tersebut, ternyata juga ada perbedaan.

Di sekolah lamanya, SB tidak dibebankan biaya pendidikan, namun di sekolah barunya, SB harus membayar.

Menurut Listyarti, sekolah baru membantu meringankan beban biaya pendidikan. SB mendapat potongan uang masuk dari Rp3,5 Juta, menjadi Rp2 Juta, itupun bisa dicicil selama 20 bulan. Sedangkan uang SPP yang seharusnya Rp 350 ribu perbulan menjadi Rp 200 ribu.

"KPAI juga meminta pihak sekolah agar tiap tahunnya membantu ananda SB mengurus perpanjangan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Diharapkan Dinas Pendidikan DKI memastikan KJP ananda SB akan terus berlanjut sesuai haknya." tutup Listyarti.


(YDH)