Kemenkes Perlu Terobosan Jangka Panjang untuk Gizi Buruk di Asmat

Ilham wibowo    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:42 WIB
papuagizi kurang
Kemenkes Perlu Terobosan Jangka Panjang untuk Gizi Buruk di Asmat
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penggalangan Bencana Ribka Tjiptaning - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Kementerian Kesehatan Kemenkes) RI diminta serius menangani persoalan wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. Komitmen tinggi perlu ditunjukan dengan melakukan tindakan penanganan jangka panjang. 

"Tidak hanya selesai pada tanggal darurat saja, tetapi harus mempunyai komitmen tinggi melakukan penanganan jangka panjang," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sosial dan Penggalangan Bencana Ribka Tjiptaning di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018. 

Ribka mengatakan, Kemenkes perlu memberikan terobosan dengan mengirim dokter dan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Asmat. Selain itu pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih memadai juga perlu segera dilakukan. 

Catatan itu disampaikan Ribka usai evaluasi tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan yang berangkat ke Kabupaten Asmat. Baguna mengirimkan dua tim terdiri dari dokter dan perawat serta obat-obatan lainya. Tim pertama dikirim pada 24 Januari 2018 dan sisanya dikirim pada 6 Februari 2018. 

(Baca juga: LPAI Sebut Warga Asmat Butuh Bantuan Pendidikan)

"Kami mendata hanya ada empat dokter umum di Puskesmas, dari 23 distrik di Kabupaten Asmat, tidak ada satupun dokter spesialis di sana. Selain kesehatan, perlu juga ada upaya mengubah pola pemikiran masyarakat di sana dalam menjalani hidup sehat," ungkapnya.  

Ribka melanjutkan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga berpesan untuk terus melanjutkan program kemanusiaan tersebut. Baguna PDI Perjuangan, kata dia, diminta tetap melakukan pengobatan dan penyuluhan pola hidup sehat kepada masyarakat.

Baguna PDI Perjuangan juga bakal terus mendukung logistik yang diperlukan terutama bagi ibu menyusui secara rutin. Selain itu, biskuit untuk anak sekolah dan makanan pendamping ASI juga turut dikirim secara berkala. 

"Memberi penyuluhan agar mereka selalu memasak air yang diminum. Memberi pelatihan bagaimana membuat makanan yang murah tapi mengandung gizi yang cukup lengkap. Merawat anak-anak agar sehat dengan setiap enam bulan sekali mendapat obat cacing dan membiasakan anak-anak memakai alas kaki," papar dia. 

(Baca juga: Food Bank Solusi untuk Asmat)




(REN)