Wapres Khawatir Aksi Teror Mempengaruhi Asian Games

Dheri Agriesta    •    Selasa, 15 May 2018 15:31 WIB
asian games 2018Teror Bom di Surabaya
Wapres Khawatir Aksi Teror Mempengaruhi Asian Games
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla khawatir aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini berdampak pada pelaksanaan Asian Games 2018. Kalla memastikan Indonesia aman untuk dikunjungi.
 
"Karena orang asing itu sama seperti kita, Asian Games di Jakarta dan Palembang, yang terjadi (teror) ada di Depok, Surabaya, tapi kadang orang asing tidak tahu membedakannya," kata Kalla dalam Asian Games Global Forum di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.
 
Meski begitu, belum ada negara peserta yang ingin membatalkan partisipasi di Asian Games 2018. Beberapa negara peserta bahkan mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan atas tragedi yang menimpa Indonesia.
 
Kalla mengatakan tak ada negara yang aman dari serangan teror. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang diwarnai beberapa aksi penembakan massal.
 
"Di Filipina, Pakistan, China, ini enggak ada di dunia ini dalam kondisi negara bebas dari efek negatif teroris," jelas Kalla.
 
Aksi teror pecah di sejumlah titik sejak pekan lalu. Aksi diawali dengan perlawanan narapidana terorisme di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, 9 Mei 2018. Peristiwa ini menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.

Baca: Insiden Mako Brimob tak Mempengaruhi Agenda Negara

Polisi berhasil menumpas serangan itu dengan pendekatan lunak pada Kamis, 10 Mei 2018. Sebanyak 155 narapidana terorisme pun menyerah.
 
Minggu 13 Mei 2018, publik dikagetkan dengan serangan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa ini. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Teror tak berhenti di situ, Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Pengebom meledakkan diri saat polisi memberhentikan kendaraan mereka.




(FZN)