Basarnas dan BPBD Mulai Kembali Cari Korban Jembatan Ambruk di Bali

Ilham wibowo    •    Senin, 17 Oct 2016 06:43 WIB
jembatan rubuh
Basarnas dan BPBD Mulai Kembali Cari Korban Jembatan Ambruk di Bali
Jembatan Kuning roboh saat upacara menggelar upacara keagamaan. (Foto: Dokumen Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho).

Metrotvnews.com, Jakarta: Basarnas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai kembali mencari korban-korban yang tertimpa ambruknya jembatan penghubung antara Pulau Lembongan dan Ceningan di Nusa Penida, Jembatan Kuning.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pencarian sempat dihentikan malam tadi sekitar pukul 21.00 WITA. Dia beralasan penghentian pencarian korban karena kondisi tempat kejadian gelap dan sulit penerangan.

"Selain itu juga sudah tidak ada laporan dari masyarakat setempat yang anggota keluarganya hilang. Tapi kita lanjutkan lagi pagi ini," ujar Sutopo kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Kata dia, pencarian korban sudah mulai dilanjutkan pada pukul 05.00 WITA. Kapal Basarnas diberangkatkan dengan diwakili personel dari BPBD, tim medis, serta Dinas Pekerjaan Umum.

"Selain itu, juga menggunakan kapal dan perahu masyarakat yang sejak kemarin juga mencari para korban. Tim Basarnas dan BPBD Klungkung sudah di lokasi untuk melakukan pencarian," ungkap Sutopo.

Sebelumnya, pada Minggu, 16 Oktober 2016 petang, Jembatan Kuning roboh dan menimpa puluhan orang. Alhasil, delapan korban jadi tumbal serta 30 lainnya luka-luka.

"30 orang luka adalah 22 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. Semua dirawat di puskesmas. Berdasarkan laporan sementara semua korban adalah masyarakat lokal. Tidak ada warga asing," tegas Sutopo.

Robohnya jembatan yang tak kuat menahan beban tersebut bertepatan dengan upacara keagamaan di Pura Bakung Ceningan memperingati Hari Raya Nyepi yang tidak melakukan aktivitas di laut.

"Sebelum runtuh sudah goyang-goyang kemudian ambruk. Beberapa pengendara motor dan orang sehingga jatuh ke laut yang sedang surut. Beberapa warga yang ada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan korban. Beberapa korban yang jatuh ada yang langsung berenang dan berjalan di selat," tutup Sutopo.


(HUS)