TNI AD: Anggota Kopassus Awalnya Hanya Melerai

Wandi Yusuf    •    Selasa, 02 Jun 2015 22:09 WIB
perselisihan tni
TNI AD: Anggota Kopassus Awalnya Hanya Melerai
Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo (kiri). MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Wuryanto mengatakan meninggalnya anggota TNI AU tak sepenuhnya kesalahan anggota Kopassus.

"Ributnya sama masyarakat. Anggota Kopassus mencoba melerai. Saat itu mengenakan pakaian preman. (Anggota) TNI AU-nya malah marah. Akhirnya terjadi ribut," kata Wuryanto, saat dihubungi wartawan, Selasa (6/2/2015).

Ia menambahkan keributan sempat reda. Namun, begitu masuk tempat hiburan, mereka kembali baku hantam hingga ada yang terluka. "Mereka sama-sama tak tahu (kalau anggota TNI)," ujarnya.

Wuryanto belum bisa memastikan berapa anggota Kopassus yang terlibat dalam perkelahian itu. "Kemungkinan tak sampai 25 anggota. Kita belum bisa memastikan, tapi sudah ada beberapa yang diserahkan ke Polisi Militer," katanya.

Wuryanto memastikan Komandan Jenderal Kopassus tak akan melindungi anggotanya yang bersalah. Apapun keputusan pengadilan militer, pihaknya akan menaati.

"Hasil penyelidikan POM akan diserahkan kepengadilan dan akan dijerat dengan KUHP militer. Sanksinya bisa kurungan penjara hingga pemecatan," katanya.

Sementara itu, Danjen Kopassus Mayor Jenderal Doni Monardo akan memberi santunan bagi keluarga korban sebesar Rp100 juta. Doni juga memastikan Kopassus akan menanggung seluruh biaya pengobatan anggota TNI AU lain yang masih dirawat di rumah sakit

Pada Minggu, 31 Mei, dini hari, terjadi pertengkaran antara anggota TNI AU dari Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, dengan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah.

Akibat pertengakaran itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkatnya Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.



(UWA)