Pemerintah akan Menambah Rumah Tahan Gempa

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 09 Jan 2019 14:39 WIB
Gempa LombokGempa Donggala
Pemerintah akan Menambah Rumah Tahan Gempa
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Pemerintah akan menambah rumah tahan gempa dan percepatan pendampingan di lokasi terdampak bencana gempa, di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah. Kedua wilayah tersebut sangat membutuhkan.

"Diputuskan menambah pabrik, pabrikasi rumah tahan gempa dan juga percepatan pendamping, fasilitator. Nah itu kita selesaikan di sana karena dananya sudah tersedia tinggal percepatannya saja," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat soal percepatan evaluasi dan penyelesaian masalah di NTB dan Palu, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Selain itu, pemerintah juga akan memetakan wilayah merah dan hijau di daerah Sulawesi Tengah. Wilayah merah tak boleh dibangun permukiman, karena rawan likuifaksi. "PUPR harus menyelesaikan sebulan membuat planologinya," tegas dia.

Baca: Pemda Lombok Diminta Menggalakkan Rumah Tahan Gempa

Di samping itu, pembangunan hunian sementara juga harus dipercepat. Sebab, masyarakat yang telah direlokasi membutuhkan tempat berlindung.

"Karena ada relokasi, maka ada huntara. Kalau yang tidak ada relokasi, tidak butuh, karena langsung saja dia perbaiki rumahnya sendiri. nah ini tidak boleh. Jadi kenapa dipercepat itu," jelas dia.

Kementerian PUPR, kata dia, juga segera membuat Master plan pembangunan huntara tersebut. Saat ini, ada beberapa masalah kepemilikan tanah yang sedang diselesaikan.

"Begitu selesai, secara bersamaan PU membikin master plannya untuk segera dibangun rumah untuk orang yang direlokasi," pungkas dia.


(YDH)