Pola Serangan Lone Wolf Lebih Mudah Diputus Mata Rantainya

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 20 Jun 2017 15:51 WIB
terorismeisis
Pola Serangan <i>Lone Wolf</i> Lebih Mudah Diputus Mata Rantainya
Ilustrasi ISIS. Foto: Dok/BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Pola serangan teroris secara individu atau lone wolf sulit dideteksi aparat keamanan. Namun serangan semacam ini dinilai lebih mudah diputus mata rantainya dibandingkan dengan serangan yang terstruktur dan terorganisir.

"Targetnya yang dikejar bukan lagi organisasi tetapi lebih pada orang-orang yang berafiliasi. Itu memang agak lebih capek. Tetapi itu makin mudah mumutus mata rantainya," kata Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Muradi saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa 20 Juni 2017.

Lebih mudah karena aksi-aksi mereka atas inisiasi individu dan tidak saling terhubung dengan kelompok lainnya. Sehingga, aparat keamanan bisa fokus memetakan satu per satu untuk memutus mata rantainya tanpa ada saling keterkaitan satu sama lainya. 

"Sel jaringan di Jawa Barat dan Jawa Tengah pasti beda linkage. Dengan memutus itu memang agak lebih capek tapi mudah memutus mata rantainya," jelas Muradi.

Pola serangan Lone Wolf memang populer dalam dua tahun terakhir. Aparat keamanan pun sulit mengaitkan aksi serangan lone wolf memiliki afiliasi dengan kelompok teror tertentu. Sebelum ada pengakuan dari organisasi pusat mereka.

"Langkah-langkah seperti ini mudah untuk dipecah. Dengan begitu mengambilnya lebih mudah," kata Muradi.



(MBM)