Pemerintah Diminta Menindak Bus Tak Layak yang Tetap Beroperasi

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 20 Jun 2017 10:17 WIB
berita dpr
Pemerintah Diminta Menindak Bus Tak Layak yang Tetap Beroperasi
(Foto:Antara/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis meminta pemerintah menindak tegas moda transportasi darat yang tidak layak, tetapi tetap nekat beroperasi saat mudik Lebaran. Dia tak ingin kecelakaan maut yang terjadi, beberapa waktu lalu, kembali terulang.

Fary ingatkan para petugas agar tidak memberi ampun kepada bus yang tak layak jalan. "Ditahan dong, tidak boleh (beroperasi) dan penumpang diturunkan," kata Fary, saat ditemui di Nusantara I Komplek Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 20 Juni 2017.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabuaten Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan yang menewaskan belasan penumpang tersebut terjadi akibat bus pariwisata mengalami rem blong.

Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah membuat terobosan dengan melakukan ram chek terhadap bus yang menjadi salah satu moda transportasi mudik. Setiap bus atau moda transportasi darat yang memenuhi standar keselamatan akan diberikan stiker khusus.

Politikus Gerindra ini meminta agar aparat terkait yang memantau arus mudik, khususnya di jalan raya, menindak tegas bus yang tak layak jalan. Jangan sampai, kelalaian petugas merugikan masyarakat. "Kita enggak mau kejadian seperti di Puncak terulang lagi, karena persoalan rem blong. Ini kan kalau terjadi (pemerintah) nanti bilang (alasan) 'belum dilakukan pengecekan dan sebagainya," kata dia.

Selain meminta petugas menindak tegas, legislator asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II itu juga berharap masyarakat lebih bijak dalam memilih moda transportasi. Jangan sampai, masyarakat menumpang bus yang tidak layak dan mempertaruhkan keselamatan selama di perjalanan.

"Lebih bijak memilih moda transoporatai yang aman dan sudah ada stiker khusus, kalau mau selamat ya," ucapnya, menegaskan.


(ROS)