Ujaran Kebencian Diusulkan Masuk Literasi Pendidikan

Arga sumantri    •    Kamis, 14 Sep 2017 17:21 WIB
ujaran kebencian
Ujaran Kebencian Diusulkan Masuk Literasi Pendidikan
Mahasiswa jurusan Psikologi Atmajaya membawa poster ketika kampanye anti berita hoak pada HBKB di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Minggu (14/5/2017). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menilai masyarakat mesti melek bahaya ujaran kebencian di media sosial. Sudah waktunya ujaran kebencian masuk dalam literasi pendidikan.

"Jadi mulai dari SD sampai tua harus dikasih pelajaran. Harus ada literasi pendidikan kepada masyarakat," kata Kanit 5 Subdit 3 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo di Kompleks Mabes Polri, Kamis 14 September 2017.

Ujaran kebencian di media sosial, kata dia, bisa menyebabkan disintegrasi bangsa. Purnomo mengklaim polisi terus berupaya menyosialisasikan bahaya ujaran kebencian. Termasuk melalui jagat maya.

"Terus dari Bhabinkantibmas yang ada di kewilayahan itu juga sudah jalan," ucap Purnomo.

Belakangan, istilah ujaran kebencian kian sering terdengar di telinga. Polisi banyak menangkap orang-orang yang diduga melakukan ujaran kebencian, terutama di media sosial.


Grafik. Foto: Dok/Media Indonesia

Terakhir, polisi membongkar satu kelompok bernama Saracen. Kelompok itu disebut mengakomodasi pesanan-pesanan ujaran kebencian.

Polri menangkap tiga pengurusnya, yakni MTF, SRN dan Jasriadi. Organisasi ini kerap mendapat pesanan dari pihak tertentu untuk menyerang pemerintah, pejabat, publik, tokoh masyarakat atau suatu kelompok.

Nama baik perorangan atau institusi dijatuhkan melalui pemberitaan yang berbau penghinaan, sentimen agama, sampai hoaks. Jasa Saracen kerap digunakan pemesan dalam perhelatan demokrasi semisal pilkada.

Pemesan akan meminta Saracen menyerang dan menjatuhkan elektabilitas lawan politiknya. Belum diketahui secara detail siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen.


(MBM)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA