Hakteknas ke-22

Indonesia Punya Modal Menjadi Negara Maju

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 10 Aug 2017 13:58 WIB
puspiptek
Indonesia Punya Modal Menjadi Negara Maju
Jusuf Kalla dan B.J. Habibie di Hakteknas ke-22 di Makassar. Foto: MTVN/Gervin N. Purba

Metrotvnews.com, Makassar: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 dilaksanakan di Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan. Peringatan Hakteknas dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Kamis, 10 Agustus 2017.

Tema yang diangkat adalah 'Pembangunan Maritim Berbasis Inovasi' dengan subtema peran sumber daya alam (SDA) dan inovasi dalam pembangunan maritim Indonesia. Tema ini sejalan dengan pembangunan jangka panjang nasional, yakni mewujudkan Indonesia negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan, ini Hakteknas pertama yang digelar di luar Pulau Jawa sejak 1995. Dia mengatakan, Makassar salah satu wilayah dengan garis pantai terpanjang.

"Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar, dan pertumbuhan yang tinggi," kata Nasir.

Klik: Menristekdikti Luncurkan Lima Produk BATAN

Peringatan Hakteknas, menurut Nasir, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan lahirnya berbagai produk teknologi inovasi yang bermuara pada peningakatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan, rangkaian acara selama perayaan Hakteknas, antara lain bakti teknologi berupa tanam dan panen serentak varietas unggul padi sidenuk dari BATAN, penyerahan dan pemasangan kaki palsu sebanyak 30 unit, penyerahan konverter kit untuk nelayan, talkshow, jalan sehat diikuti 25 ribu sampai 30 ribu orang, dan science event.

"Di puncak acara akan dipamerkan hasil riset perguruan tinggi, litbang, dan industri seperti kapal pelat dasar, Panser Anoa, padi kualitas unggul dengan teknologi, dan pesawat sistem Simulator N29 yang insyaallah Agustus atau September bisa uji terbang," papar Nasir.

Pada kesempatan yang sama, JK mengatakan negara bisa maju karena kekayaan sumber daya alam (SDA). Namun, ada juga negara yang tidak memiliki (SDA), tetapi bisa maju karena teknologi. Menurut dia, Indonesia punya keduanya.

"SDA yang besar, ditambah teknologi, akan menjadi negara maju luar biasa dibandingkan apa yang dicapai negara-negara lain. Namun, butuh usaha besar untuk menjadi negara maju," ucap JK.

Klik: Puspiptek Terima Kunjungan dari Tiongkok, Bahas Pengembangan STP

Menurut JK, teknologi memberikan nilai tambah pada suatu produk. Nilai tambah memberikan kemakmuran pada masyarakat. Nilai tambah dan teknologi merupakan kemajuan yang tidak bisa dipisahkan.

"Tidak ada kemajuan tanpa nilai tambah, dan nilai tambah tidak mungkin tanpa teknologi, teknologi tidak ada tanpa pendidikan dan riset," pungkas JK.

Dalam memeriahkan Hakteknas 2017, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi juga menggelar pameran Research, Innovation, Technology atau Ritech Expo. Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan universitas dipamerkan di sana.

Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) termasuk yang memamerkan hasil penelitian di Ritech Expo 2017. Puspiptek memamerkan hasil produk tenant binaan Puspiptek.

Selain JK dan Nasir, pembukaan acara ini disaksikan Presiden ketiga Indonesia yang juga bapak teknologi B.J. Habibie, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.


Booth Puspitek di Hakteknas ke-22 di Makassar. Foto: MTVN/Gervin N. Purba


(TRK)