Kapolri Klaim Kepercayaan Publik terhadap Polisi Membaik

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 15 Feb 2018 11:17 WIB
polri
Kapolri Klaim Kepercayaan Publik terhadap Polisi Membaik
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim kepercayaan publik terhadap Polisi membaik. Tito bilang ada empat lembaga yang dipercaya publik yakni Lembaga Kepresidenan, TNI, KPK dan Polri.

"Kepercayaan publik terhadap Polri sudah relatif lebih baik dibanding awal tahun 2016. Ini merupakan hasil yang cukup baik bagi kita," kata Tito pada acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 15 Februari 2018.

Tito mengatakan, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, dia meminta, jajaran Polri terus meningkatkan kepercayaan publik. "Tidak cukup dan jangan puas dengan posisi pada nomor empat," tutur Tito.

Makanya, kata dia, jajaran Polri harus berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Semakin mendekat ke masyarakat, makin profesional dalam melaksanakan tugas.

Untuk meningkatkan kepercayaan publik itu, Tito menyebut, harus ada peningkatan kinerja. Ada tiga langkah yang harus dilakukan. 

"Pertama kita harus meningkatkan pelayanan publik berbasis IT, kedua gakkum (penegakan hukum) yang profesional, dan harkamtibmas (pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat) yang optimal," papar Tito.

Tak hanya itu, jenderal bintang empat itu ingin adanya perubahan yang lebih baik dari jajaran Polri salah satunya memperbaiki kultur.  

(Baca juga: Kapolri: Kami Dapat Rapor Merah dari Ombudsman)

"Mengubah kultur memang tidak mudah. Meskipun begitu, kita mengharuskan ada perubahan dari waktu ke waktu," kata Tito.

Perubahan yang harus dilakukan itu, lanjut dia, pertama mengubah kultur yang koruptif. Kultur koruptif ini harus ditekan supaya berkurang dari waktu ke waktu.  

Misalnya dalam pembuatan SIM, perpanjangan STNK melalui online, dan pelaporan masalah melalui online. 

"Kedua, saya harap tidak ada arogansi kewenangan. Kekuasaan itu cenderung untuk menyimpang. Untuk itu, saya minta dengan kekuasaan yang didapatkan jangan sampai dibius atau disalahgunakan. Misalnya, anggota sok-sokan di jalan menangkap narkoba, menertibkan demo dan kejahatan lainnya," kata Tito.

Ketiga sebut Tito, menghilangkan kekerasan eksesif. Dengan langkah-langkah ini Tito ingin ada kemajuan lebih baik dari jajaran Polri.

(Baca juga: Alasan Kapolri soal Kinerja Reserse Banyak tak Tuntas)

"Saya berharap banyak kepada jajaran Korps Brimob Polri yang memiliki kekuatan pasukan besar dan sekaligus menjadi pemukul terakhir dari Polri untuk dapat memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri," tandas dia.  

Dia juga meminta jajarannya menghindari pelanggaran dan kesalahan yang membuat publik antipati terhadap Polri khususnya terhadap Brimob.

"Brimob harus mampu untuk menjadi pasukan yang dibanggakan oleh pemerintah, masyarakat dan sekaligus institusi yang dapat dipercaya oleh publik," tambah dia.

Brimob juga diharap dapat membangun hubungan dengan satuan kerja Polri dan elemen pemerintah masyarakat yaitu jajaran TNI. 

(Baca juga: Mengintip Kerja Tim Satgas Antikampanye Hitam)


 


(REN)