ISE Diharapkan Bisa Jadi Event Internasional

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 14 Mar 2018 19:13 WIB
iptekISE 2018
ISE Diharapkan Bisa Jadi <i>Event</i> Internasional
Talkshow bertema 'Science, Einstein, dan Kontribusinya kepada Dunia' sebagai momen membuka ISE 2018, di Kantor LIPI, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggandeng Media Group dalam event nasional Indonesia Science Expo (ISE). Acara yang digelar pada awal November 2018 itu diharapkan bisa meluas hingga skala internasional.

"Media Group dari awal sangat kental di bidang ilmu pengetahuan. Harapan kami ISE ini bisa mengamplify publikasi, sehingga bisa menjadi event berskala internasional," kata Executive Vice President Media Group, Mohammad Mirdal Akib di kantor LIPI, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Maret 2018.

Dengan jaringan publikasi dari pihaknya, Mirdal ingin menggaungkan ISE 2018 agar bisa mencuri perhatian masyarakar dunia. Sebab, di Indonesia banyak anak muda berbakat dan peneliti yang produktif berkarya. 

Mengingat, sebuah karya ilmiah perlu penghubung untuk bisa disampaikan. "Dengan jaringan media yang kami miliki, mudah-mudahan ini tersampaikan ke stakeholder," imbuh dia. 

Mirdal menuturkan, perkembangan zaman terjadi begitu cepat dan ilmu pengetahuan menjadi bagian dari itu. Sehingga terjadi pula perubahan pola investasi. 

Bergabungnya Media Group diharapkan bisa memfasilitasi perkembangan ilmu pengetahuan ke arah yang lebih baik. "Kami hadir sebagai wadah memberikan kontribusi semaksimal mungkin menghidupkan kecerdasan bangsa," tandas Mirdal.

(Baca juga: Indonesia Science Expo Targetkan 15 Ribu Pengunjung per Hari)

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko menyambut baik bergabungnya Media Group. Ia mengatakan, ISE hadir sebagai wadah memperkenalkan sains pada masyarakat.

"Ini harus menjadi ajang publik untuk menikmati apa itu science," kata Tri.

Tri mengungkapkan ISE 2018 akan memamerkan hasil riset para peneliti muda hingga profesional. Adapun porsi kontribusi peneliti muda akan diperbanyak dalam gelaran ISE kali ini. Ada sekira 250 tim peneliti yang bakal berpartisipasi dalam acara tersebut.

"Peserta tim peneliti ada 100, itu di luar yang youth science fairnya (YSF) ya. Yang ikut YSF ada 150 tim," kata Tri.

ISE menggabungkan tiga ajang ilmiah di satu tempat. Yakni konferensi ilmiah internasional, YSF, dan pameran ilmiah. Ia berharap partisipasi tim dari luar negeri akan banyak diserap di event ini, khususnya di YSF.

"Kalau ada 150 tim YSF, ya saya harap 50 berasal dari luar," tandas dia. 
 


(REN)