Upaya Menjadikan Ambon Kota Musik Dunia

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 14 Mar 2018 17:44 WIB
berita dpr
Upaya Menjadikan Ambon Kota Musik Dunia
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima Wali Kota Ambon Richard Louhenapassy, Rabu, 14 Maret 2018 (Foto:Dok)

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima Wali Kota Ambon Richard Louhenapassy dan rombongan, di ruang kerjanya Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. Kedua belah pihak membahas upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia tahun 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Richard meminta kepada RI 6 meresmikan sejumlah infrastruktur sebagai salah satu dari tujuh syarat yang ditetapkan UNESCO, yakni studio rekaman musik bertaraf internasional di Universitas Pattimura, dan Gedung Pertunjukan Musik Etnik di IAIN Ambon. Peresmian tersebut rencananya akan diadakan melalui kegiatan Pers Gathering Wartawan Koordinatoriat DPR RI yang akan berlangsung di Ambon, Maluku, 16–18 Maret 2018.

“Kami selaku Pemerintah Kota Ambon berterima kasih atas support Ketua Dewan untuk  meresmikan dua studio dengan standar internasional, saat kunjungan bersama seluruh media yang terlibat di DPR,” kata Richard dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Maret 2018.

Selain meresmikan infrastruktur, politikus Golkar itu juga akan menjadi pembicara dalam dialog yang diikuti oleh Wali Kota Ambon, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Menteri Pariwisata, Ambon Music Office (AMO), terkait pencanangan Kota Ambon menuju kota musik dunia.

Richard berharap, melalui dukungan dan kepercayaan DPR dan Bekraf terhadap upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia berdampak besar terhadap percepatan kemajuan daerahnya. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan pariwisata di Ambon. 

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Ambon mengalami peningkatan sebesar 20 persen. Hal ini tentunya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Nantinya seluruh aktivitas di Ambon akan dikemas dalam sebuah karakter kota yang musikal seperti penyambutan tamu kehormatan di bandara dengan live music, live music on street di salah satu jalan di kota tersebut setiap hari Minggu, konfrensi musik internasional, dan festival musik melanesia,” jelas Richard.

Terakhir, Richard berharap agar seluruh masyarakat Ambon turut berkontribusi dalam mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik bertaraf internasional.


(ROS)