Kondisi Kesehatan Polisi Korban Pengeroyokan di Pondok Gede Membaik

Antara    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:50 WIB
tawuran
Kondisi Kesehatan Polisi Korban Pengeroyokan di Pondok Gede Membaik
Kapolresta Kota Bekasi Kombes Hero Bachtiar--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Bekasi: Kondisi dua anggota Kepolisian Sektor Pondokgede yang menjadi korban penganiayaan kelompok warga mulai membaik. Keduanya saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Dari laporan rumah sakit, korban Bripka Slamet Aji adalah yang paling parah karena harus dijahit lukanya sampai 80 jahitan di bagian kaki, pinggang, dan tangan," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hero Bachtiar di Bekasi, Selasa, 5 Desember 2017.

Hero mengatakan Slamet mengalami luka pendarahan akibat bacokan dan hantaman benda tumpul di tubuhnya. "Slamet menderita luka sobek pada bagian lutut kaki sebelah kiri, luka sobek pada betis kaki kiri, dan luka sobek pada lengan kanan akibat bacokan," ucapnya.

Baca: Lerai Tawuran di Bekasi, Dua Polisi Dibacok

Sementara itu, kondisi korban Iptu P Anjang hanya mengalami beberapa luka jahitan di bagian tangan akibat lemparan batu dan batako.
     
Menurut dia, kondisi fisik kedua korban saat ini sudah stabil pascaoperasi sejak Senin, 4 Desember 2017. "Korban Slamet sudah menjalani operasi dua kali sejak dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah stabil dan bisa berkomunikasi dengan anggota," terangnya.
      
Dikatakan Hero, pelaku pengeroyokan korban merupakan remaja yang tergabung dalam kelompok Rawa Lele 212. Kelompok Rawa Lele 212 beranggotakan puluhan remaja di Jalan Celepuk II RT01 RW12 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede,
Kota Bekasi.
      
Baca: Sebelum Bacok Polisi, Remaja Kelompok 'Rawa Lele 212' Tenggak Miras

Dari 10 remaja di kawasan itu yang telah dijaring polisi, kata dia, lima di antaranya kini berstatus sebagai tersangka kasus pengeroyokan korban.
      
Tersangka masing-masing berinisial HY, MI, IO, FA dan FM, sementara tiga pelaku lainnya berstatus daftar pencarian orang (DPO). "Lima remaja lainnya yang tidak terbukti hanya berstatus saksi mata dan sudah kita pulangkan setelah membuat perjanjian tidak mengulang perbuatan tawuran," katanya.
      
Hero menambahkan kelima tersangka pengeroyokan polisi dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.



(YDH)