Usulan Mendikbud Soal Moratorium UN Dinilai Tergesa-gesa

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 25 Nov 2016 16:58 WIB
berita dpr
Usulan Mendikbud Soal Moratorium UN Dinilai Tergesa-gesa
Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto:Antara/Abriawan Abhe)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana mengomentari rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang moratorium atau penangguhan Ujian Nasional (UN) pada 2017.

Menurut Muhadjir, alasan moratorium UN adalah karena pada saat ini UN berfungsi untuk pemetaan, dan tidak menentukan kelulusan peserta didik.

"Mendikbud dengan Komisi X belum bicara secara intensif. Apa yang dilakukan Anies Baswedan (mantan Mendikbud) waktu itu mengubah bahwa UN bukan menjadi alat kelulusan, saya kira memadai. Pada dasarnya tidak masalah. Kita harus dalami, apa yang menjadi dasar evaluasi. Dibutuhkan tingkat pencapaian pembelajaran yang harus diukur setiap tahun," ujar Dadang Rusdiana, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Dadang menilai, langkah tersebut terkesan terburu-buru. Hal ini berkaca dari kebijakan Mendikbud dalam menetapkan full day school. (sekolah sehari penuh) yang kini akhirnya dibatalkan.

"Saya kira Pak Menteri membuat kebijakan terkesan tergesa-gesa tanpa pengkajian matang. Misal, full day school. Beliau tidak melakukan pembicaraan dahulu dengan Komisi X. Harus didalami dulu, apa alat evaluasi yang objektif. Misalnya, ujian sekolah. Bagaimana ujian sekolah sebagai alat evaluasi harus dibicarakan, karena bisa menjadi evaluasi nilai," paparnya.

Komisi X berencana memanggil Mendikbud dalam waktu dekat. "Nanti kita tentukan, kita usulkan dalam rapat internal. Karena ini dampaknya besar, karena kita tidak tahu, model evaluasi kepada sekolah," ujar Dadang.

Selain itu, usul moratorium UN juga sangat berpengaruh terhadap kualitas guru. Karena jika dilakukan moratorium terhadap UN, maka itu artinya Mendikbud mengembalikan evaluasi pembelajaran siswa menjadi hak dan wewenang guru, baik secara pribadi maupun kolektif.

"Kita sedang pelatihan guru, misal tatap muka. Diupayakan meningkatkan kompetensi guru. Jadi, kalau misalnya moratorium UN, itu tentu harus berbarengan dengan penataan kualitas guru," kata Dadang.


(ROS)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

30 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA