DPR Menjadi Tuan Rumah AIPA Caucus ke-9

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 14 Jul 2017 13:36 WIB
berita dpr
DPR Menjadi Tuan Rumah AIPA Caucus ke-9
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Juliari Batubara (Foto:Dok.DPR RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: DPR menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus ke-9. Acara akan digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, 17-20 Juli 2017.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Juliari Batubara mengatakan, sebanyak 10 parlemen negara ASEAN telah menyatakan hadir dalam pertemuan ini. Topik utama yang mencuat dalam kaukus kali ini adalah mengenai kerja sama kelautan.

Ia menjelaskan alasan mengangkat topik kerja sama kelautan mengingat visi Indonesia yang bertekad menjadi poros maritim global. Ini menjadi penting mengingat 80 persen kawasan Asia Tenggara didominasi laut.

"Ini juga merupakan wujud nyata AIPA membahas isu kelautan dalam upaya pencapaian Goal 14 dari Suistainable Development Goals (SDGs) yakni Conserve anda sustainably use the oceans, seas, and marine resources for sustainable development," ujar Juliari, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017.

Ia menambahkan pemanfaatan dan kerja sama dalam mengelola sumber daya kelautan sangat penting bagi kehidupan dan terkait erat dengan keamanan pangan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

DPR, lanjut Juliari, juga memfasilitasi agar pemerintah dapat memberikan kesempatan menginformasikan mengenai visi kelautan yang dimiliki, upaya kerja sama hingga penegakan hukum bersama di laut terutama dalam hal pemberantasan Ilegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dengan menghadirkan Deputi I Bidang Koordinasi Kelautan Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman, Arief Havas Oegroseno sebagai pembicara dalam isu terkait.

Selain isu kerja sama kelautan, DPR juga akan membahas secara detil penanganan konflik secara damai. Hal ini dianggap penting sebagai upaya mewujudkan Goal 16 SDGs yang terkait Promote peaceful and inclusive societies for sustainable development. Perlu diketahui bahwa tantangan utama dalam penyelesaian konflik secara damai adalah dibukanya dialog dan negosiasi.

"DPR berharap agar AIPA dapat menjadi forum dialog mengenai beragam upaya penanganan konflik secara damai di ASEAN maupun situasi lainnya yang dapat mengancam stabilitas kawasan ASEAN ataupun menyita perhatian dunia internasional," kata Ari, sapaannya.

Selain dua isu tersebut, DPR mengusulkan sebuah sesi khusus terkait keorganisasian AIPA. Hal ini dipandangan perlu mengingat sejak 40 tahun berdiri, AIPA masih memiliki keterbatasan dalam merespons situasi globald an regional. AIPA juga sejauh ini dipandang sebagai wahana silaturahmi semata.

"Dengan demikian bisa saja terjadi ada gagasan-gagasan baru kedepan dalam pengembangan AIPA sebagai lembaga antar parlemen di kawasan ASEAN," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, AIPA Caucus merupakan mekanisme Parlemen negara anggota ASEAN yang bertujuan untuk memantau tindak lanjut pelaksanaan resolusi AIPA, membahas suatu isu tertentu, hingga menjadi ajang pembahasan upaya harmonisasi legislasi yang dapat memfasilitasi kerja sama regional.


(ROS)