3 Tahun Bom Thamrin, Korban Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan

Kautsar Widya Prabowo    •    Minggu, 13 Jan 2019 16:32 WIB
terorismeledakan di sarinah
3 Tahun Bom Thamrin, Korban Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan
Sahabat Tmarin peringati tiga tahun bom Thamrin. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Jakarta: Sahabat Thamrin, komunitas keluarga dan korban bom Thamrin, mengenang tiga tahun tragedi bom bunuh diri di persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat.

Dalam peringatan itu, anggota Sahabat Thamrin Dwi Siti Rhomdoni mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Pasalnya, pelaku pengeboman punya maksud untuk memaksakan agar memiliki sikap yang sejalan.

"Perbedaan itu hendak mereka (pelaku pengeboman) paksakan agar kita mau memilih sikap yang sejalan dengan pemikiran mereka, dengan cara mereka mengancam dan menebar ketakutan," ujar Dwi di lokasi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 13 Januari 2019.

Menurutnya, perbedaan merupakan rahmat dari Sang Pencipta. Terlebih perbedaan menjadi ciri khas Indonesia yang tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 

Dwi menganggap memahami dan menerima perbedaan adalah cara jitu untuk merekatkan kehidupan antarumat beragama. "Nilai hidup yang terpenting adalah bahwa kita semua bersaudara, sebangsa, dan setanah air. Kebersamaan sangat indah demi terwujudnya persatuan dan perdamaian," imbuhnya.

Dalam peringatan itu, Sahabat Thamrin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kepolisian, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Badan Nasional Penggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah memberikan kompensasi kepada 13 keluarga dan korban bom Thamrin serta tiga keluarga dan korban bom Kampung Melayu.

"Kami berharap korban lain yang belum menerima bantuan kompensasi dan dukungan dari negara segera terpenuhi kebutuhannya," tutup dia.




(HUS)