SNMPTN/SBMPTN 2019

UI Siapkan 3.000 Komputer untuk UTBK

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 08 Jan 2019 20:01 WIB
SNMPTN/SBMPTN 2019
UI Siapkan 3.000 Komputer untuk UTBK
Universitas Indonesia menggelar Konferensi Pers Persiapan SNMPTN/SBMPTN 2019, Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok:  Universitas Indonesia menyiapkan 3.000 unit komputer untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.  Penyiapan komputer merupakan salah satu upaya UI untuk menyesuaikan diri dengan sejumlah perubahan dalam seleksi masuk PTN yang ditetapkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tahun ini.

Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI, Untung Yuwono mengatakan, khusus di UI, telah disiapkan 3.000 unit komputer untuk UTBK di jalur SBMPTN.  Sedangkan sisanya, akan disiapkan di sejumlah sekolah yang berada di kawasan Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. 

“Untuk menyiapkan UTBK, UI sudah bermitra dengan sekolah-sekolah yang berada di sekitar kampus. Total ada 4.050 komputer di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk, di samping 3.000 komputer yang telah disiapkan UI,” ucap Untung di Gedung Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 8 Januari 2019.

Yuwono menuturkan, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 75 ribu orang, ditambah 10 persen dan di kalikan dua waktu ujian, maka UI memperkirakan, jumlah pendaftar SBMPTN mencapai 160 ribu orang tahun ini

Baca: Pendaftaran SNMPTN 2019 Dibuka Bulan Depan

“Karena jumlahnya cukup banyak maka dibagi 10 sampai 12 kali ujian. Sesi pagi dan siang. Setiap sesi akan menampung sekitar 8.000 peserta,” bebernya.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis menerangkan, proses ujian yang biasanya hanya satu hari, kini akan memakan waktu selama 12 hari dan dibagi dalam dua sesi. 

UI sendiri, menurut Anis memiliki daya tampung seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN sebanyak 30 persen, sedangkan untuk ujian tertulis berbasis komputer atau UTBK SBMPTN sebanyak 40 persen, dan ujian Simak (Seleksi Masuk) UI sebesar 30 persen. 

"Karena jumlahnya cukup banyak dan di seluruh Indonesia, maka mekanisme penyelenggaraan ujian tidak bisa sekaligus di waktu yang sama, sedangkan hal-hal lain seperti vokasi dan sebagainya tidak ada perubahan waktu yang mendasar, ” ucapnya.

Baca: Peserta SBMPTN Dapat Kesempatan Maksimal Dua Kali Tes

Selanjutnya, Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta menambahkan, Universitas Indonesia membuka beberapa jalur masuk bagi para calon mahasiswa baru. 

"Ada tiga jalur masuk salah satunya jalur olimpiade, jadwal seleksinya nanti sudah ada di agenda, yakni 14 Februari. Pengumumannya 23 Maret,” paparnya.

Menurut Bambang, sesuai aturan baru para peserta ujian tahun ini tidak perlu lagi membawa perlengkapan tulis karena semuanya telah berbasis komputer.

“Di Jakarta sendiri akan ada yang disebut dengan panitia pusat UTBK UI. Ada juga panitia pusat di UNJ (Universitas Negeri Jakarta), panitia pusat di UPN Veteran. Ini yang harus menyediakan 7.500 unit komputer untuk ujian," pungkasnya.


(CEU)