Puncak Perayaan HUT ke-18 BPOM

"Bersama Berbakti untuk Negeri, Bangun Indonesia Kuat, dan Mandiri"

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 11 Feb 2019 15:23 WIB
bpom
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menggelar perayaan HUT ke-18 di Lapangan Parkir Sarinah Jakarta, Minggu, 10 Februari 2019 (Foto:Dok)

Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memasuki usia 18 tahun. Lembaga tersebut terus berkomitmen menjaga agar produk obat dan makanan aman dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholders. “BPOM tidak dapat bekerja maksimal tanpa bantuan dari seluruh pihak. Tanpa dukungan dari stakeholders dan media dalam mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk obat dan makanan yang aman dan berkualitas," ungkap Penny K. Lukito dalam acara puncak HUT ke-18 BPOM di Lapangan Parkir Sarinah Jakarta, Minggu, 10 Februari 2019.

Sejauh ini, BPOM telah melakukan berbagai kerja sama dengan banyak pihak. Salah satunya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). "Pada saat Asian Games, tugas kami memastikan pangan yang dikonsumsi peserta aman," ujarnya.

Penny K. Lukito menyebutkan ada beberapa fokus yang akan dilakukan BPOM. Pertama, mengembangkan produk jamu tradisional. Sebagai warisan budaya, produk jamu harus menjadi primadona di lokal dan manca negara.

"Kita wajib mendorong agar jamu mampu bersaing dengan produk obat dari negara lain. Dengan keaneakaragaman hayati yang kita miliki, potensi itu besar sekali sehingga membutuhkan kerjasama dari seluruh pihak. Untuk itulah maka perlu adanya konsorsium fitofarmaka," ujarnya.



Kedua, BPOM fokus pada pengembangan produk vaksin. BPOM telah melakukan konsorsium vaksin dan produk biologi lainnya bersama lintas sektor untuk pengembangan industri vaksin. 

Selain pengembangan berbagai produk unggulan, BPOM juga akan meningkatkan aspek pengawasan obat dan makanan di tingkat Kabupaten/Kota, menggandeng kepolisian, kejaksaan agung, dan instasi lainnya untuk memaksimalkan penindakan jika ditemukan produk yang menyalahi aturan.

BPOM saat ini tengah gencar-gencarnya mengawasi peredaran produk kosmetik ilegal. Sebab, saat ini marak ditemukan produk kosmetik yang membahayakan konsumen. "Dari berbagai operasi kita temukan produk kosmetik ilegal. Kita patut terus berasama melindungi masyarakat, khsususnya generasi milenial. Kita harus terus edukasi, laporkan ke BPOM jika menemukan produk yang mencurigakan," ujarnya.



Saat ditanya gambaran umum tentang kosmetik berbahaya, Penny K. Lukito menjelaskan, cirinya antara lain, jika dapat membuat kulit putih dalam waktu relatif singkat, maka kemungkinan produk tersebut menggunakan bahan berbahaya.

Selain itu, BPOM juga tengah gencar mengawasi peredaran obat tradisional melalui e-commerce. Penny K. Lukito mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terkecoh. "Kami mendukung produk yang dijual menggunakan e-commerce, tapi tentunya tetap mematuhi aturan," jelasnya.


Perayaan HUT ke-18 BPOM Meriah

Puncak perayaan HUT ke-18 BPOM RI dilakukan di halaman parkir Sarinah Jakarta, Minggu, 10 Februari 2019. Tidak hanya diikuti oleh pegawai, perayaan yang bertepatan dengan car free day itu juga dikunjungi oleh masyarakat umum.



Pantauan Medcom.id, acara dimulai pada pukul 06.00 WIB. Berbagai rangkaian acara dilakukan, seperti kegiatan senam bersama masyarakat pengunjung area car free day untuk kebugaran tubuh, minum jamu bersama, lomba masak, pengumuman BPOM Award, dan masih banyak acara-acara menarik lainnya, seperti kehadiran Chaplin Band. Pengunjung juga disuguhkan demo memasak oleh Chef Aiko yang didampingi Vincent dan Desta.


(ROS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

3 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA