KPU: Produksi Lima Jenis Surat Suara Awal Januari 2019

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Oct 2018 02:37 WIB
kpupemilu serentak 2019
KPU: Produksi Lima Jenis Surat Suara Awal Januari 2019
Anggota KPU RI Divisi Prencanaan Keuangan dan Logistik Pramono Ubaid Thontowi (kiri) bersama Anggota Bawaslu RI Afifudin (kanan) menunjukan desain surat suara Pilpres 2019 pada acara uji publik specimen desain surat suara pemilu 2019. Foto: MI/Pius Erlang

Jakarta: Komisi‎ Pemilihan Umum (KPU) memastikan produksi lima jenis surat suara untuk Pemilu 2019 akan dimulai pada Januari tahun depan. Proses produksi akan dikonsultasikan kepada Komisi II DPR RI.

‎"Surat suara mulai kami produksi awal Januari 2019. Selain surat suara, kami juga akan memproduksi bantalan, alat mencoblos surat suara dan berbagai formulir pada tahun depan," kata ‎Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Lima jenis surat suara ini ‎untuk pemilihan presiden (pilpres), pemilihan calon legislatif (pileg) DPR, pileg DPRD provinsi, pileg DPRD kabupaten/kota, dan pemilihan anggota DPD.

Baca juga: KPU Berencana Efisiensi Anggaran Surat Suara

KPU sebelumnya telah menjalankan uji publik terhadap ‎draf rancangan lima jenis surat suara tersebut. Namun draf kelima jenis surat suara itu masih harus dikomunikasikan dengan Komisi II DPR.

"Kami mendapat masukan dari berbagai pihak dalam uji publik itu. Tapi nanti tetap akan ada konsultasi dengan Komisi II. Rencananya pada Rabu, 16 Oktober mendatang," ‎tutur dia.

Baca juga: Pengiriman Logistik Pemilu Diprioritaskan ke Wilayah Terjauh

Untuk produksi logistik tahun ini, jelasnya, KPU akan menyelesaikan pembuatan kotak suara, bilik suara, tinta, amplop, segel, dan hologram. Semua produksi itu dipastikan selesai tahun ini.

"Untuk kotak suara dan bilik suara akan terselesaikan dahulu di 30 November 2018. Sisanya juga akan kita selesaikan di tahun ini," tutup Pramono.




(HUS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA