Sri Mulyani Beri Kuliah Umum di Canberra

Penerima Beasiswa LPDP Garda Terdepan Pembela NKRI

Citra Larasati    •    Selasa, 06 Nov 2018 14:38 WIB
Pendidikan Tinggi
Penerima Beasiswa LPDP Garda Terdepan Pembela NKRI
Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat berdialog dengan mahasiswa penerima beasiswa LPDP, foto/istimewa.

Jakarta: Mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diharapkan menjadi garda terdepan pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Kepada para penerima beasiswa ini juga lah, tongkat estafet kelangsungan bangsa Indonesia di masa mendatang dipercayakan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi kuliah umum di Australia National University, Canberra, Australia, Senin, 5 November 2018.  Usai kuliah umum, Sri menyempatkan berdialog dengan mahasiswa penerima beasiswa LPDP di Canberra.

Kepada para mahasiswa, Sri Mulyani berpesan, agar para penerima beasiswa LPDP menjadi garda terdepan dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  "Saya akan sangat sedih, apabila anda selesai kuliah, namun tidak ingin memperjuangkan Indonesia sebagai suatu negara. NKRI harusnya anda bela dan pertahankan," seru Menkeu dikutip dari akun Facebook-nya, di Jakarta, Selasa, 6 November 2018. 

Menurut Sri, tujuan beasiswa LPDP harus sejalan dan satu arah dengan tujuan bangsa Indonesia. Penerima beasiswa LPDP harus menjadi pemegang estafet kelangsungan bangsa dan harus berada dalam barisan paling depan dalam membela NKRI.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga mengingatkan, bahwa penerima beasiswa LPDP merupakan sebagian kecil masyarakat yang beruntung karena berkesempatan melanjutkan sekolah dengan biaya negara. Sebuah kesempatan yang tidak dimiliki oleh semua orang di negara ini.

"Anda melanjutkan sekolah, dibayar oleh uang rakyat dan mendapatkan beasiswa yang lebih dari cukup," ungkap Sri.

Baca: 54.178 Peserta Memperebutkan 360 Beasiswa OSC

Beasiswa yang diberikan negara itu pun terbilang lebih dari cukup.  Sri membandingkan, dengan besaran beasiswa yang diterimanya waktu kuliah di Amerika dulu.  "Beasiswa yang saya terima dahulu sangatlah sedikit, bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja belum cukup. Saat itu bahkan saya masuk dalam dalam jaring pengaman sosial di Amerika," terangnya.

Untuk itu, para penerima beasiswa harus mengingat, bahwa beasiswa ini tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tapi juga untuk bangsa Indonesia yang ingin memiliki kualitas manusianya menjadi lebih baik. "Anda dititipkan harapan oleh bangsa Indonesia, yang menginvestasikan uang pajaknya untuk membayar beasiswa anda," tutup Menkeu.

Saat berdialog, Sri Mulyani didampingi Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo dan Plh. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rionald Silaban.


(CEU)